blank
SDN 2 Purwodadi mengalami kekurangan murid pada Tahun Ajaran 2026/2027 ini. Foto: Tya Widya

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di Kabupaten Grobogan masih diwarnai persoalan penerimaan peserta didik baru.

Sejumlah SD mengalami kekurangan siswa, bahkan empat sekolah belum memperoleh satu murid baru.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan menunjukkan, pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027, sebanyak 74 SD negeri dan swasta masih mengalami kekurangan siswa karena hanya menerima kurang dari 10 peserta didik baru.

BACA JUGA : Pembukaan MPLS SMPN 5 Jepara, Sekolah Menjadi Rumah Kedua yang Aman dan Nyaman bagi Semua Murid

Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 SD tercatat hanya memperoleh kurang dari lima siswa pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Kondisi ini menjadi perhatian Disdik karena terjadi di sejumlah kecamatan dengan penyebab yang berbeda-beda.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Grobogan, M Irfan, menjelaskan rendahnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi sejumlah faktor.

BACA JUGA : Pedagang Bakso Keliling asal Kebumen Meninggal di Bandung, Paguyuban Perantau Jawa Tengah Fasilitasi Pemulangan Jenazah

Mulai dari menurunnya jumlah anak usia sekolah hingga meningkatnya minat masyarakat menyekolahkan anak ke sekolah swasta berbasis agama.

Selain itu, kondisi geografis, lokasi sekolah yang berdekatan, hingga keberadaan sekolah di wilayah terpencil juga turut memengaruhi minimnya jumlah pendaftar.

Empat sekolah yang hingga kini belum memperoleh siswa baru adalah SDN 4 Dimoro dan SDN 3 Juworo, serta SDN 3 Prigi di Kecamatan Kedungjati dan SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah di Kecamatan Wirosari.

“Dua sekolah yakni SDN 4 Dimoro dan SDN 3 Juworo belum dapat murid karena proses re-grouping,” kata M Irfan, Senin (13/7/2026).

Sementara itu, SDN 3 Prigi dan SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah juga masih belum memiliki pendaftar hingga menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA : Peserta dari 7 Negara Belajar Penelitian Pemulihan Hutan Mangrove di Demak

Menurut Irfan, terdapat satu SD di Kecamatan Geyer yang baru menerima dua siswa. Selain itu, enam SD yang tersebar di Kecamatan Godong, Wirosari, Ngaringan, Karangrayung, dan Kedungjati masing-masing baru memperoleh tiga peserta didik.

Beberapa sekolah lainnya di Kecamatan Geyer, Brati, Karangrayung, dan Pulokulon juga baru menerima empat siswa. Sedangkan SD Satap Tumbuh Kembang Godong hingga kini baru mendapatkan lima peserta didik baru.

Di wilayah Kota Purwodadi, persoalan serupa juga terjadi. SDN 2 Purwodadi belum mampu memenuhi kuota penerimaan siswa baru untuk dua rombongan belajar.

Kepala SDN 2 Purwodadi, Ratih Endarini Sudarmono, mengatakan sekolahnya baru menerima 49 siswa, padahal kuota yang disediakan mencapai 56 siswa.

“Kita masih ada 49 siswa baru di kelas 1 pada tahun ajaran ini. Kita buka dua kelas, tetapi untuk tahun ini kita justru kurang murid sebanyak tujuh orang, karena kuotanya satu kelas 28 orang,” jelas Ratih Endarini Sudarmono.

Ratih mengungkapkan, pada tahun sebelumnya kuota penerimaan peserta didik baru di SDN 2 Purwodadi dapat terpenuhi. Namun, pada tahun ini terjadi penurunan jumlah pendaftar.

BACA JUGA : Pembukaan MPLS 2026, SMKN 2 Jepara Ajak Siswa Baru Terapkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia

Menurut dia, banyaknya calon siswa yang mendaftar di SD pertama, tidak diterima, justru mendaftar ke SD swasta.

“Justru setelah mendaftar di pilihan pertama tidak diterima, maka mendaftar di SD Swasta karena takut anak tidak mendapat sekolah, jadi itu menjadi salah satu faktornya,” jelas Rini.

Rini menjelaskan, SDN 2 Purwodadi masih membuka pendaftaran untuk siswa baru dengan harapan kuota siswa terpenuhi.

TYA WIDYA