LOMBOK (SUARABARU.ID) – Lebih dari 9.000 pelari selesaikan Pocari Sweat Run Lombok 2026 sukses diselenggarakan pada 11-12 Juli 2026, di Pertamina Mandalika Sirkuit Internasional, yang memadukan konsep pemandangan alam, kekayaan budaya Lombok, dan sirkuit.
Gelaran kali ini menyajikan konsep ultimate dual experience yang membagi keseruan. Pertama dibuka dengan kegiatan sunset run, dan ditutup dengan sunrise run.
“Tahun ini ada 9.200 pelari yang berasal dari 325 kota/kabupaten seluruh Indonesia berpartisipasi. Di mana 72% di antaranya datang dari luar Lombok,” kata Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, dalam keterangan tertulis, Senin, 13 Juli 2026.
Dia bilang, momentum yang bertepatan dengan musim liburan ini diperkirakan memberikan dampak perputaran ekonomi lokal yang mencapai Rp95 miliar.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, mengatakan, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggara dalam melakukan perluasan budaya berolahraga.
“Pemerintah terus mendukung inisiatif yang memotivasi masyarakat untuk hidup sehat secara merata terutama melalui konsep Sport Tourism. Lombok sebagai tempat yang strategis mendekatkan pelari dari wilayah Tengah dan Timur Indonesia,” kata katanya.
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa, mengatakan, penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 menunjukkan, sport tourism memiliki potensi besar untuk mendorong pariwisata berkualitas di Indonesia.
“Lebih dari sekadar ajang olahraga, event seperti ini mampu menarik wisatawan, memperpanjang lama tinggal, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” katanya.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat mengapresiasi dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat lokal. Hotel-hotel di sekitar kawasan wisata dan sirkuit melaporkan lonjakan okupansi yang masif, sementara pelaku UMKM dan sektor transportasi lokal bergerak aktif melayani ribuan wisatawan.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, penyelenggaraan ajang tersebut, mampu mengisi Tingkat okupansi penginapan dan menghidupkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan transportasi local.
“Juga membuktikan kepada dunia bahwa infrastruktur pariwisata NTB sangat siap menyelenggarakan event bertaraf internasional yang masif dan inklusif,’ ucapnya.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Pocari Sweat Run Lombok 2026 telah dimulai sejak 10 Juli dengan pengambilan paket lomba.
Sunset Run dengan rute 4.3km mengelilingi sirkuit menjelang matahari terbenam menjadi ajang pembuka di hari Sabtu, 11 Juli. Sementara itu, puncak acara yang meliputi kategori Marathon (42km), Half Marathon (21km), dan 10km diselenggarakan Ahad, 12 Juli 2026. (*)
Diaz A Abidin













