SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggelar program pembinaan kemandirian bagi warga binaan (narapidana) melalui pelatihan linting rokok kretek, bekerja sama dengan PT Kesongo Jaya Nusantara.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal kerja setelah mereka kembali ke masyarakat.
Pelatihan diikuti oleh 20 narapidana dan dihadiri Kepala Seksi Pengelola Hasil Kerja beserta jajaran staf. Pada kesempatan tersebut Instruktur dari PT Kesongo Jaya Nusantara memberikan materi sekaligus praktik langsung mengenai teknik melinting rokok kretek sesuai standar industri.
Selama pelatihan, peserta mempelajari proses pembuatan rokok kretek, mulai dari teori dasar, teknik pelintingan, hingga menghasilkan produk yang rapi dan berkualitas.
Melalui metode praktik langsung, warga binaan diharapkan mampu menguasai keterampilan yang memiliki peluang kerja di industri hasil tembakau.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang, Wahyu Budi Heriyanto mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian.
“Kami ingin memberikan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Dengan pelatihan ini, warga binaan memiliki bekal keahlian yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja ataupun berwirausaha setelah bebas nanti,” kata Wahyu, Jumat (10/7/2026).
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari menegaskan, pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam proses pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen menghadirkan berbagai pelatihan yang bermanfaat bagi warga binaan. Harapannya, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat membantu membangun kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” tegas Tohari.
Salah satu instruktur dari PT Kesongo Jaya Nusantara mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti pelatihan.













