blank
Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman api yang membakar rumah milik warga di Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kebakaran melanda sebuah rumah milik Sunarti (49), warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Grobogan, pada Kamis (9/7/2026).

Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan rumah beserta isinya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, meski kerugian material diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Musibah kebakaran di Desa Kenteng, Toroh, Grobogan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan rumah menggunakan material kayu dan anyaman bambu yang mudah terbakar.

BACA JUGA : “Who’s Next?” LPM Fokus Unisnu Hadirkan Talkshow dan Pameran Ukir hingga Luncurkan Majalah Edisi 2026

Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik rumah saat berada di kediaman tetangganya.

Saat itu, korban melihat kobaran api muncul dari bagian rumahnya. Menyadari rumahnya terbakar, korban segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Teriakan tersebut langsung mengundang perhatian warga. Mereka bergegas menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Namun, kobaran api terus membesar dan sulit dikendalikan. Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api tidak semakin meluas.

Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

BACA JUGA : Satu Dekade Mengukir Warisan: Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon

Kesigapan petugas pemadam bersama warga berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Dalam insiden kebakaran ini, rumah milik Sunarti mengalami kerusakan cukup parah akibat dilalap si jago merah.

Hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan sebagian besar struktur bangunan hangus terbakar. Material kayu dan anyaman bambu yang mendominasi konstruksi rumah membuat api dengan cepat meluas.

Selain merusak bangunan, kobaran api juga menghanguskan berbagai perabot rumah tangga yang berada di dalam rumah.

Akibat kejadian tersebut, korban harus menanggung kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menduga api berasal dari kompor gas yang masih menyala setelah digunakan memasak.

Dugaan itu diperkuat dengan temuan di lokasi serta kondisi dapur yang menjadi titik awal munculnya kobaran api.

BACA JUGA : DPRD Jepara Tetapkan 4  Perda, Ini Catatan Kritis dan Lengkap  Fraksi  PDI Perjuangan

Selain melakukan pemeriksaan di lokasi, petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Polisi turut mengamankan kompor gas yang diduga menjadi sumber api sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto menegaskan, setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan secara profesional.

“Personel kami bersama Tim Inafis langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan para saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan,” ujar AKP Joko Ismanto.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara objektif berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan.

Ia juga berharap peristiwa itu menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas di rumah.

“Jangan meninggalkan kompor maupun peralatan yang menggunakan api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. Biasakan memeriksa kembali sebelum keluar rumah agar kejadian serupa tidak terulang,” kata AKP Joko Ismanto.

Polres Grobogan juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

BACA JUGA : Magelang Fair 2026 Jadi Motor Penggerak UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi

Kepedulian terhadap faktor keselamatan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko musibah yang dapat mengancam jiwa maupun harta benda.

Peristiwa kebakaran tersebut menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil saat menggunakan peralatan rumah tangga dapat memicu kebakaran dengan dampak kerugian yang besar.

Masyarakat diharapkan semakin disiplin memeriksa kondisi kompor, instalasi gas, maupun sumber api lainnya sebelum meninggalkan rumah, sehingga kejadian kebakaran serupa tidak kembali terulang.

TYA WIDYA