blank
Anggota Komisi D DPRD Kudus Kholid Mawardi. Foto: dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Pertemuan dua aktivis lintas generasi bakal tersaji dalam forum Semak’an Ngatur Catur Sedulur Maiyah Kudus yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, Sabtu (11/7/2026). Anggota DPRD Kudus Kholid Mawardi dijadwalkan berdiskusi satu panggung dengan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dalam sebuah forum yang diprediksi menghadirkan dialektika menarik mengenai gerakan sosial dan dinamika kebangsaan.

Berdasarkan informasi yang diunggah akun media sosial Sedulur Maiyah Kudus, forum tersebut juga menghadirkan Dr. Muhajir S.Pd., M.Hum., doktor Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Sebelas Maret (UNS), sebagai pemantik diskusi.

Tema “Ngatur Catur” dimaknai bukan sekadar bermain atau menyusun strategi layaknya permainan catur, tetapi juga mengandung filosofi menata cara berbicara, berdialog, dan membangun etika dalam menyampaikan gagasan di ruang publik.

Forum ini menjadi perhatian karena mempertemukan dua tokoh dengan latar belakang dan generasi berbeda. Kholid Mawardi kini dikenal sebagai politisi Partai Golkar yang duduk sebagai anggota DPRD Kudus. Namun sebelum terjun ke politik elektoral, ia merupakan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang pada era Orde Baru dikenal vokal mengkritik pemerintahan saat itu.

Di sisi lain, Tiyo Ardianto merupakan representasi aktivis mahasiswa generasi muda yang belakangan kerap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu yang paling banyak menjadi perhatian publik ialah kritiknya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui satire yang ia populerkan sebagai “Maling Berkedok Gizi”.

Perbedaan latar belakang, pengalaman, dan cara pandang kedua narasumber dinilai akan menghadirkan diskusi yang kaya perspektif. Forum tersebut terbuka untuk masyarakat umum sehingga menjadi ruang dialog bagi berbagai kalangan untuk menyimak pertukaran gagasan secara langsung.

Kholid Mawardi membenarkan dirinya menerima undangan sebagai narasumber dalam forum tersebut. Ia mengaku sempat terkejut ketika diminta hadir, namun menyambut baik kesempatan berdiskusi bersama berbagai elemen masyarakat.

“Ya mengalir saja nanti. Semoga diskusi nanti membawa ruang dialektika yang konstruktif bagi bangsa dan negara,” ujar Kholid.

Dengan mempertemukan mantan aktivis pergerakan era Orde Baru dan aktivis mahasiswa masa kini, forum Semak’an Ngatur Catur diperkirakan menjadi salah satu agenda diskusi publik yang menarik di Kudus pekan ini.

Ali Bustomi