blank
Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat dalam talkshow "Ngashoow". Foto: Dok/Humas

SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Dalam rangkaian kegiatan pra Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyelenggarakan talkshow “Ngashoow”, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus menggaungkan tema HANI 2026, “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan ANANDA Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat menjelaskan, tema HANI 2026 mengandung makna bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Melalui gerakan ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak yang Bersih dari Narkotika), BNN mengajak keluarga, sekolah, masyarakat, media, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Agus Rohmat mengungkapkan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Jawa Tengah masih menjadi ancaman serius. Berdasarkan Indonesia Drug Report 2026, Jawa Tengah masuk dalam lima provinsi dengan kawasan rawan narkoba terbanyak.

“Kondisi geografis yang strategis, perkembangan modus operandi yang semakin memanfaatkan ruang digital, serta tingginya kerentanan generasi muda menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui pendekatan yang komprehensif, tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Kepala BNNP Jawa Tengah menegaskan, salah satu langkah konkret yang saat ini didorong adalah pelaksanaan Program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) yang mengintegrasikan pendidikan antinarkoba ke dalam proses pembelajaran mulai dari jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK.

“Program ini diharapkan mampu membentuk karakter, meningkatkan ketahanan diri peserta didik, serta menciptakan budaya sekolah yang bersih dari narkoba secara berkelanjutan,” harapnya.

Agus Rohmat mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi bagian dari Gerakan ANANDA Bersinar dengan menerapkan semangat 3B, yaitu Berani Tolak, Berani Rehabilitasi, dan Berani Lapor.

Menurutnya, keberanian mengatakan tidak terhadap narkoba, keberanian mencari pertolongan melalui rehabilitasi, serta keberanian melaporkan penyalahgunaan narkotika merupakan langkah nyata untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman narkoba.

Melalui kegiatan ini ia berharap semakin tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, sehingga cita-cita mewujudkan Jawa Tengah Bersinar menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai melalui generasi yang sehat, cerdas, kuat, produktif, dan bebas dari narkoba.

Ning S