blank
Perosnel Damkar dari Markas Induk Wonogiri, berupaya melakukan pemadaman secara tuntas, ini dilakukan untuk mengantisipasi kemumngkinan nyala kebakaran susulan.(Dok.Damkar Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gara-gara lupa mematikan kompor, rumah beserta seluruh isi harta benda di dalamnya ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa, karena saat musibah kebakaran berlangsung, pemiliknya tenga pergi ke ladang.

Kepala Saptol PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno melalui Kordinator Lapangan Sriyanto Kembo, Selasa (7/7/26), menyatakan, rumah yang diamuk jago merah itu adalah milik Mariyanto di Dusun Sampang RT 2/RW 10 Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Pukul 10.00, Markas Induk (Mako) Damkar Induk Wonogiri, mendapatkan telpon dari Aris yang meminta bantuan pemadaman atas musibah kebakaran rumah. Merspon telepon ini, Team Fire Fighter Damkar Wonogiri bergegas meluncur ke lokasi, dengan mengerahkan 2 unit mobil brandweer yang dikomandani oleh Suswanto.

Bersama personel Prihantoro Havid P,  Anton Tri Wibowo, Anjar Teguh P, Ervin Ikhsan Purnama dan Ronny Seftyanto, meluncur ke lokasi yang untuk pemadaman. Tindakan pemadaman dilakukan dengan tuntas sampai proses pendinginan, untuk memastikan tidak akan terjadi kebakaran susulan.

Proses pemadaman dilakukan dengan melibatkan Perangkat Desa, warga masyarakat, personel Polsek dan Koramil Eromoko.

Dapur

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), dugaan sementara kebakaran berasal dari area dapur. Api diduga dipicu ledakan kompor gas yang ditinggalkan pemilik rumah saat pergi ke sawah. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

blank
Personel Polsek dan Koramil Eromoko, Wonogiri, bersama Perangkat desa dan warga, bergotong royong membantu menyingkirkan puing-puing sisa kebakaran rumah.(Dok.Humas Polres Wonogiri)
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Eromoko AKP Mulyadi melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, petugas masih mengumpulkan keterangan dan melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Tapi diduga keras, oleh kompor yang lupa dimatikan saat ditinggal pemiliknya pergi ke ladang.
Kepada petugas, warga menuturkan mendengar suara ledakan yang diperkirakan dari tabung gas kompor, sebelum kemudian nyala api makin berkobar. Para tetangga kesulitan memadamkan, karena di lokasi tidak tersedia air dalam jumlah yang cukup. Juga tidak ada Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Tiupan angin memicu kobaran api makin membesar dan sulit dikendalikan. Karena dahsyatnya kobaran api, membuat pepohonan yang semula menghijau di sekitar rumah ikut terbakar. Tandon bahan pangan hasil panenan yang tersimpan di dalam rumah, ludes menjadi abu bersama dokumen surat penting dan harta benda lainnya.
Berkaitan ini, Polres Wonogiri mengimbau masyarakat, agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan rumah tangga, khususnya kompor gas atau peralatan listri lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Bila menyalakan kompor, hendaknya ditunggui dan jangan sampai ditinggal pergi sebelum dimatikan.(Bambang Pur)