SEMARANG (SUARABARU.ID) – Jalan santai yang diikuti seluruh pimpinan dan segenap pegawai Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemenduk Bangga/BKKBN) Jateng bersama para mitra, menandai peringatan 33 tahun Hari Keluarga Nasional.
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Rusman Efendi mengibaskan bendera start jalan santai dari Kantor BKKBN, dengan rute menuju Tugu Muda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean dan Kembali finis di kantor BKKBN Jateng.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini makin meriah dengan adanya games dan undian hadiah. Games diikuti enam tim di Kantor BKKBN Perwakilan Jateng. Sementara hadirin dihibur music solo organ sambil menikmati sarapan soto.
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Ir Rusman efendi, MM ketika ditemui wartawan mengatakan, tema Hari Keluarga Nasional ke-33 tahun 2026 ini adalah “Ayah Wajib Hadir”.
“Kehadiran ayah bagi keluarga menjadi sangat penting, karena saat ini 25,8 persen keluarga, terutama anak menjadi fatherless atau kehilangan ayah,” ujar Rusman efendi.
Peringatan Harganas kali ini, kata Rusman efendi, menjadi momentum agar warga menengok Kembali rumahnya, memastikan rumahnya aman. “Sekarang orang tua, baik ayah maupun ibu umumnya bekerja, sehingga anak-anak menjadi jarang bersama. Orang tua harus meningkatkan kualitas anak-anaknya dengan hadir, terutama ayah. Misalnya mengambil rapor di sekolah,” ujar dia.
Jangan Tergantikan Hape
Unttuk itulah, salah satu quick win BKKBN adalah GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia). “Sekurang-kurangnya dalam 15 menit per hari, ayah harus bersama anak-anaknya, semua lepas tidak ada yang pegang hape. Ayah berbincang dengan anak-anaknya. Orang tua harus tetap jadi orang tua, bukan hp yang menggantikannya.,” ujar Rusman.

Selain GATI, yang juga menjadi prioritas adalah Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak. Program ini menjadi amat penting, ketika kedua orang tua bekerja, sehingga mereka tidak bisa merawat anak-anaknya.
“Kehadiran tempat penitipan anak sangat membantu untuk orang tua yang bekerja,” tambah Rusman.
Ketika disinggung tentang adanya penitipan anak yang justru menyiksa anak-anak yang dititipkan, seperti kasus di Yogyakarta, Rusman menekankan pentingnya tempat penitipan anak atau day care yang benar-benar ramah anak. “Pendampingnya harus kompeten dengan sertifikasi, perkembangan dan pertumbuhan anak terjaga, dan komunikasi dengan orang tua harus berjalan baik,” kata dia.
Kasus yang terjadi Yogyakarta, karena day care-nya tidak berizin, dan perawatnya juga tidak punya kompetensi. “Jadi, antara TPA dengan orang tua harus terjalin komunikasi yang baik. Bila ada keluhan disampaikan, dan harus jelas rujukannya,” tambah Rusman.
Selanjutnya adalah Sidayaa tau Lansia Berdaya. Keberadaan para lansiadiupayakan untuk tidak membebani siapa pun. Mereka diajak mandiri, dengan berbagai kegiatan yang disiapkan.
Pemberian Penghargaan
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada para pemenang lomba, yaitu Ajang Kespro untuk Kamu (AKUKAMU) juara pertama Chitra Sintarani, S.Pd, M.Pd (Kota Semarang), juara kedua Fikri Cahyo Wicaksono (Kabupaten Semarang, Ervina Rika Amanda (Kota Semarang), Steven Parera Putra Mahardika (Kabupaten Sragen).
Selanjut5nya untuk Gerakan Asri ‘Tamasya Cinta Lingkungan”, terbaik I TPA Nurul Umahat (Kabupaten Purbalingga) dan TPA Ibunda (Kabupaten Batang).
Untuk Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas kategori kabupaten, peringkat I Kampung KB Manggarsari (Kabupaten Semarang), II Kampung KB Mandiri Kencana (Kabupaten Wonosobo), III Kampung KB Maju Bersama (Kabupaten Klaten), IV Kampung KB Sirangkul Sari (Kabupaten Brebes), V Kampung KB Amanah (Kabupaten Kebumen).
Selanjutnya untuk kategori kota, peringkat I Kampung KB Candi Sejahtera (Kota Semarang), II Kampung KB Urip Rejo (Kota Pekalongan), III Kampung KB Cerah Ceria (Kota Surakarta).
Penghargaan juga diberikan kepada Rumah Dataku Kampung KB Mesem, Kota Salatiga dalam kategori apresiasi rumah data kependudukan.
R. Widiyartono













