SEMARANG (SUARABARU.ID)- Natalia Sari Pujiastuti, Dosen Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM), berhasil meraih gelar Doktor di Program Studi Doktor Ilmu Sosial (DIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip).
Naneth, panggilan akrabnya, menempuh studi selama tiga tahun, dan dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude, dengan nilai 3,98. Disertasi berjudul ‘Kesiapan Transformasi Hibrida Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)’, dia pertahankan di depan tim penguji, Rabu (24/6/2026) di kampus Undip, Tembalang, Semarang.
Tim penguji terdiri dari Dr Drs Teguh Yuwono MPol Admin (Dekan), Prof Bulan Prabawani SSos MM PhD (Promotor), Prof Dr Ari Pradanawati MS (Co-Promotor I), Dr Sari Listyorini SSos MAB (Co-Promotor II), Prof Dr Naili Farida MSi dan Prof Olivia Fachrunnisa SE MSi PhD.
BACA JUGA: Tim PKM Fakultas Ekonomi USM Beri Pelatihan Strategi Penjualan Berbasis Digital
Hadir pada acara itu di antaranya Ketua Yayasan Alumni Undip (YAU) Prof Kesi Widjajanti, Dekan FTIK USM Dr Atmoko Nugroho ST MEng, Ketua SHINE USM Dr Ferry Firmawan ST MT, Direktur USM LCC Adi Ekopriyono. Selain itu ada juga, Ketua Forum Komunikasi Semarang Bersatu (FKSB) Dr Jumai, beserta para tokoh Ormas.
Dalam keterangannya Naneth mengungkapkan, transformasi OMS menjadi organisasi hibrida, merupakan proses sosiokognitif kompleks yang bersifat non-linear. Keberhasilannya ditentukan mekanisme mediasi sosiopsikologis dan komunikasi di dalam internal organisasi.
Komunikasi internal menempati posisi paling determinan, sebagai ‘Arena Dialektika. Melalui fungsi komunikasi yang efektif, organisasi mampu menyelaraskan dualitas logika institusional, antara idealisme sosial dan pragmatisme pasar, sehingga tercipta harmoni dalam identitas baru organisasi.
BACA JUGA: Dosen Teknik Sipil USM Beri Pendampingan Perencanaan Desain Intake Air Bersih
Menurut dia, keberhasilan transformasi OMS sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam mengelola transisi sosiokognitif secara berjenjang.
”Pendekatan ini memastikan setiap langkah menuju kemandirian ekonomi, yang memiliki legitimasi moral kuat di mata anggotanya. Sehingga hibriditas yang dihasilkan bersifat berkelanjutan dan tetap berorientasi pada kemaslahatan publik,” katanya.
Riyan













