GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Perumda Purwa Tirta Dharma atau PDAM Grobogan memastikan tidak akan membuka rekrutmen karyawan baru meski sekitar 100 pegawai telah memasuki masa purna tugas.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga efisiensi perusahaan sekaligus mempertahankan kinerja usaha di tengah pelayanan kepada pelanggan yang terus berjalan.
Keputusan Purwa Tirta Dharma untuk tidak melakukan rekrutmen karyawan ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Grobogan, Heru Dwi Cahyono.
BACA JUGA : BAPOPSI Kota Magelang Ditarget Berdiri Juli 2026
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan agar tetap sehat secara finansial dan mampu menghasilkan laba.
Heru mengungkapkan jumlah pegawai yang dimiliki perusahaan daerah itu terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir karena banyak karyawan yang memasuki masa pensiun.
Sebelumnya, jumlah pegawai PDAM Grobogan mencapai sekitar 350 orang. Kini jumlah tersebut menyusut menjadi 252 orang yang masih aktif bekerja.
“Dari beberapa tahun lalu ada 350-an karyawan. Sekarang tinggal 252 orang. Mereka sudah purna tugas. Bisa dicek kami sudah beberapa tahun ini tidak pernah buka rekrutmen karyawan,” ujar Heru, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, perusahaan sengaja tidak menambah jumlah tenaga kerja baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional.
Menurut Heru, pengelolaan sumber daya manusia yang lebih ramping dinilai mampu membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara biaya operasional dan pendapatan.
Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan kondisi tarif air yang selama bertahun-tahun tidak mengalami penyesuaian.
Heru menyebutkan tarif pelanggan PDAM Grobogan terakhir kali mengalami kenaikan pada tahun 2013.
Sejak saat itu hingga sekarang, tarif layanan air bersih tetap dipertahankan tanpa perubahan meskipun berbagai biaya operasional terus mengalami kenaikan.
“Terakhir naik itu tahun 2013 atau sudah 13 tahun lalu. Padahal, kalau naik Rp200 saja, sudah menambah laba, tetapi itu tidak kami lakukan,” kata dia.
Menurutnya, keputusan untuk tidak menaikkan tarif merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keterjangkauan layanan bagi masyarakat.
Saat ini, perusahaan daerah tersebut melayani sekitar 36 ribu sambungan rumah yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Grobogan.
Jumlah pelanggan yang cukup besar itu menjadi salah satu dasar bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Meski demikian, Purwa Tirta Dharma belum menetapkan target penambahan Sambungan Rumah (SR) dalam waktu dekat.
BACA JUGA : Kemenko PM Gelar Global Talent Day dan Kebumen Job Fair 2026
Fokus perusahaan saat ini lebih diarahkan pada peningkatan kualitas layanan dan optimalisasi jaringan yang sudah ada.
Heru menjelaskan, dukungan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Grobogan selama ini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan investasi.
Investasi tersebut antara lain diarahkan untuk revitalisasi sarana dan prasarana penunjang pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Ia menegaskan, dana penyertaan modal dari pemerintah daerah tidak dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari.
“Penyertaan modal dari Pemda itu untuk investasi, seperti revitalisasi pipa-pipa, kalau operasionalnya berasal dari tarif yang dibayar pelanggan,” tambahnya.
Karena itu, perusahaan harus mampu mengelola pendapatan dari pelanggan secara efektif agar seluruh kegiatan operasional tetap berjalan optimal.
BACA JUGA : Satu-satunya di Indonesia: Bidan Unissula Padukan Sains Kontemporer dan Standar Syariah
Di tengah statusnya sebagai pelaksana tugas direktur, Heru menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Grobogan.
Komitmen tersebut tidak hanya ditujukan bagi pelanggan rumah tangga, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sektor industri dan dunia usaha.
Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Grobogan juga menjadi pengguna layanan air dari Purwa Tirta Dharma untuk mendukung aktivitas mereka.
“PT Pungkook Wirosari itu mengambil air dari kami. Mereka butuh air untuk karyawan, ya kami menyediakan. Mereka membeli kepada kami dan ambil sendiri dengan armada mereka ke tempat kami,” pungkas Heru.
TYA WIDYA













