TEGAL (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia Tegal menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah bagi 400 guru SD dan SMP yang dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang di Hotel Bahar Inn, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi ekonomi dan keuangan sejak dini melalui integrasi materi Peduli Inflasi, Pelindungan Konsumen, serta CBP Rupiah ke dalam proses pembelajaran di sekolah.
Program ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Bank Indonesia Tegal dan Pemerintah Daerah di 7 Kabupaten/Kota se-Karesidenan Pekalongan terkait peningkatan literasi Rupiah dan sistem pembayaran yang telah dilaksanakan pada Tahun 2025.
Melalui kerja sama tersebut, sekolah-sekolah di wilayah Karesidenan Pekalongan akan mulai mengimplementasikan integrasi materi Peduli Inflasi, Pelindungan Konsumen, dan CBP Rupiah pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan dapat berperan sebagai edukator dan mitra komunikasi kebijakan yang mampu menanamkan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga stabilitas ekonomi melalui pemahaman inflasi, meningkatkan kesadaran pelindungan konsumen, serta menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyampaikan bahwa guru memiliki peran kunci dalam membentuk karakter generasi muda yang cerdas finansial. “Guru bukan hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun kebiasaan baik, seperti berbelanja secara bijak, menjaga keamanan transaksi, melindungi data pribadi, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Rupiah,” ujar Bimala.
Lebih lanjut, Bimala menekankan bahwa kolaborasi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan instansi pendidikan merupakan kunci dalam memperluas dampak edukasi kepada masyarakat.
“Melalui sinergi ini, kami berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan ekonomi, peduli terhadap keamanan transaksi, serta memiliki pemahaman yang kuat dan rasa bangga terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Selain itu, juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berbelanja secara bijak, menjaga keamanan transaksi, melindungi data pribadi, serta merawat Rupiah dapat semakin meningkat dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Isno













