JEPARA (SUARABARU.ID) – Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah Mbah Kandek (85), warga Desa Ujung Pandan, pada Jumat (19/6/2026) malam, tak hanya menyisakan puing-puing bangunan. Peristiwa tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Sehari setelah kejadian, Sabtu (20/6/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada korban. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Jepara, Gus Huda, didampingi Petinggi Desa Ujung Pandan.
Rumah yang selama puluhan tahun ditempati Mbah Kandek ludes dilalap api. Kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang masih menyala. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, hampir seluruh harta benda milik lansia yang tinggal seorang diri itu tidak dapat diselamatkan.
Meski hidup sendiri, Mbah Kandek tidak benar-benar sendiri menghadapi cobaan. Kelima anaknya yang tinggal di sekitar desa segera bergotong royong membantu orang tua mereka, sementara warga sekitar turut memberikan dukungan sejak peristiwa kebakaran terjadi.
Ketua BAZNAS Jepara, Gus Huda, mengatakan kehadiran BAZNAS merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk memberikan respons cepat terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, terutama kelompok rentan seperti lansia.
“Musibah bisa datang kepada siapa saja. Karena itu, kami berupaya hadir secepat mungkin agar korban merasakan bahwa masih banyak pihak yang peduli. Bantuan ini memang tidak dapat menggantikan seluruh kerugian, tetapi kami berharap mampu meringankan beban sekaligus menjadi penyemangat bagi Mbah Kandek dan keluarganya,” ujarnya.
Perwakilan keluarga, Sukaryanto, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan berbagai pihak. Menurutnya, bantuan yang datang menjadi suntikan semangat bagi keluarga untuk segera membangun kembali tempat tinggal Mbah Kandek.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jepara yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada orang tua kami. Kepedulian ini sangat berarti bagi keluarga di tengah musibah yang kami alami,” katanya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan masyarakat Jepara. Sinergi antara keluarga, pemerintah desa, warga, dan lembaga sosial menjadi modal penting untuk membantu korban bangkit dari musibah.
BAZNAS Jepara juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui program-program kemanusiaan yang dikelola lembaga tersebut. Dana yang dihimpun akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban bencana dan kelompok rentan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Septiana W – Prokopimda Jepara













