WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Wayangan Suran, yakni pagelaran wayang kulit untuk memeriahkan Tanggal 1 Sura Tahun Be 1960 (2026 M), banyak digelar oleh berbagai komunitas warga di sejumlah lokasi. Menampilkan Lakon Gatutkaca Winisuda, Asmoro Bumi dan Wahyu Kamulyan.
Untuk Lakon Gatutkaca Winisuda atau Ampak-ampak Pringgondani, digelar di Rumah Guru Dalang Ki Deres Sugiono di Dusun Ngaglik, Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Predikat Guru Dalang disandang Ki Deres. karena alumni ISI Surakarta ini, dikenal aktif tampil sebagai guru mendalang di Sanggar Pasinaon Dalang Wonogiri.
Dalang muda berbakat, Ki Wahid Ahsan Hidayat, tampil menyajikan Lakon Gatutkaca Winisuda dalam pakeliran ringkas. Diiringi para pengrawit usai bocah dari Sanggar Saraswati. Wayangan Suran ini, sekaligus untuk memeriahkan acara hajatan Walimatul Khitan putra Ki Deres, yakni Sri Rama Cahya Purnama.
Gatutkaca Winisuda populer disebut Lakon Gatutkaca Dadi Ratu, yang dituliskan dalam Buku-5 Ensiklopedi Wayang Indonesia pada halaman 1.547. Ini termasuk lakon sempalan, diawali kisah kahyangan geger karena diserang Prabu Endra Subrata bersama bala prajurit raksasa dari Simbar Manyura. Para Dewa kalah, dan meminta bantuan Gatutkaca bersama Prabu Kresna dan Bima.
Prabu Endra akhirnya dapat ditumpas. Selanjutnya Betara Guru sebagai Dewa penguasa Kahyangan, menghadiahkan tiga pusaka kepada Gatutkaca. Terdiri atas Kutang (baju) Antrakusuma yang bertuah dapat terbang tanpa sayap. Pusaka Caping Basunanda, bertuah tidak kehujanan dan kepanasan, dan Pusaka Kasut (sandal) Padakacarna bertuah dapat berjalan-jalan di angkasa.
Patih
Ringkas ceritera, Gatutkaca sebagai putra Bima-Dewi Arimbi, yang tumbuh menjadi ksatria sakti, kemudian dinobatkan menjadi Raja di Pringgondani. Dia bergelar sebagai Prabu Tutuka atau Prabu Kacanegara. Bersama itu, dua pamannya yakni Brajakesa dan Brajaningkaslapa, diangkat sebagai Patih Luar dan Patih Dalam.
Wayangan Suran sekaligus dikaitkan dengan ritual Bersih Dusun, juga digelar di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Menyajikan Lakon Asmoro Bumi dengan Dalang Ki Subarjo dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Dosen ISI Surakarta, Ki Sigit Setiawan SSn, MSn, tampil mendalang Suran di Dusun Ndayu (Sedayu), Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Menghadirkan Bintang Tamu pesinden dari Luar Negeri, Agnes, bersama Bintang Pelawak Gareng.
Di Dusun Danan, Desa Sendangagung, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, wayang Suran yang disatukan dengan ritual Bersih Dusun, menyajikan Lakon Wahyu Kamulyan. Ini dimainkan Ketua Pepadi (Persatuan Dalang Indonesia) Kabupaten Wonogiri, Ki Eko Sunarsono SKar.
Dalang Ki Seno Aji, tampil mendalang di Dusun Mojo Suci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Menyajikan Lakon Baladewa Suci. Dimainkan bersama Dalang Bisma Gibran Alkhaliti. Kemudian Dalang Ki Tantut Sutanto, mementaskan Lakon Wahyu Kamulyan di Desa Punduhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.
Bintang
Pentas Dalang Ki Tantut, disertai dengan Bintang Tamu dua pesidhen pria yang luwes berdandan wanita, yakni duet Mini dan Apri. Keduanya, tidak hanya mahir nembang, tapi juga memiliki kelebihan sekaligus tampil sebagai pelawak yang mampu menghibur massa penonton.
Wayangan Suran sekaligus Bersih Dusun, juga digelar di Desa Celep, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, menampilkan Dalang Ki Dunung Siswoyo, membawakan Lakon Ndaru Pringgondani.
Sementara itu, event wisata budaya Grebeg Tayub Suran di Kabupaten Pacitan, akan digelar Jumat malam Tanggal 19 Juni 2026. Lokasinya di objek wisata bahari Pantai Teleng, Kecamatan dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Grebeg Tayub ini, akan diawali dengan prosesi kirab tumpeng sap pitu (susun tujuh) dan pagelaran tari tayub massal. Event wisata budaya Suran ini, diinisiasi oleh Ketua Dewan Pembina Paguyuban Tayub Pacitan, Dr Arif Setia Budi SSos, MPA, bersama Ketua Paguyuban Langen Tayub Pacitan, Wayan Diana SPD, MM.
Sementara itu, acara Suran Tahun Be 1960 di Ibukota Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, dikemas dalam event Suwuk Suran Nuswantara Putih. Ini digelar di Lapangan Madya Mandala Baturetno. Diawali dengan prosesi kirab budaya yang dirangkai dengan hiburan panggung menyajikan aneka kesenian dan pentas musik.(Bambang Pur)













