GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kebakaran kandang ayam berkapasitas 20 ribu ekor terjadi di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Rabu (17/6/2026) pagi.
Peristiwa kebakaran yang melanda kandang ayam tersebut menghanguskan bangunan dua lantai dan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
Kebakaran kandang ayam di Desa Penadaran tersebut mengundang perhatian warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bangunan peternakan.
BACA JUGA : Sinergi Hebat! Dinas Pendidikan dan Baznas Grobogan Sukses Gelar Santunan Anak Yatim pada Gebyar 1 Muharram 1448 Hijriah
Kandang yang terbakar diketahui milik Sali (59), warga setempat yang menjalankan usaha peternakan ayam di bangunan berukuran sekitar 10 x 60 meter.
Bangunan kandang tersebut terdiri atas dua lantai yang dimanfaatkan untuk kegiatan peternakan ayam secara intensif.
Selain digunakan oleh Sali, lantai dua kandang juga dimanfaatkan oleh Tarso (34), warga Desa Penadaran, Kecamatan Gubug.
Akibat insiden tersebut, kedua pemilik mengalami kerugian material yang cukup besar karena sebagian besar aset usaha mereka hangus terbakar.
Kronologi
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 06.00 WIB.
Setelah menerima informasi dari warga, personel Polsek Gubug segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan membantu proses pengamanan area.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum api membesar terlihat titik api muncul dari bagian tengah bangunan kandang.
Titik api tersebut berada di area tempat istirahat anak kandang yang berisi sejumlah peralatan dan perlengkapan sehari-hari.
Di lokasi itu terdapat kasur, kulkas, kipas angin, sound system, serta instalasi colokan listrik yang diduga menjadi titik awal munculnya api.
BACA JUGA : Titah Raja vs Titah Undang-Undang: Nasib Tradisi Suro di Era Modern
Dua saksi yang berada di sekitar lokasi, yakni Sanyoto (32) dan Gigih (33), segera berteriak meminta bantuan ketika melihat kobaran api mulai membesar.
Teriakan tersebut mengundang warga sekitar untuk berdatangan dan membantu proses pemadaman.
Warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Namun, kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu jati membuat api cepat merembet ke berbagai bagian kandang.
Selain itu, keberadaan material yang mudah terbakar di dalam bangunan turut mempercepat penyebaran kobaran api.
Tidak butuh waktu lama hingga seluruh bagian kandang dilalap si jago merah.
Penyebab Kebakaran
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kemudian langsung melakukan upaya pemadaman bersama warga dan aparat kepolisian.
Setelah bekerja lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 07.10 WIB.
Api berhasil dipastikan padam dan tidak sempat merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Meski demikian, bangunan kandang beserta sejumlah peralatan di dalamnya mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan kembali.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara, petugas kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Barang bukti tersebut di antaranya kabel listrik dan perangkat sound system yang diduga berkaitan dengan penyebab munculnya api.
AKP Anang Heriyanto mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti peristiwa tersebut.
BACA JUGA : Monetisasi Kreator Berbasis AI, Indosat – Adobe Kolaborasi
“Kami telah melakukan pengecekan di lokasi, meminta keterangan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti yang diperlukan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik,” kata AKP Anang Heriyanto.
Menurut Kapolsek Gubug, kebakaran kandang ayam di Desa Penadaran, Gubug, Grobogan itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Meski demikian, kerugian yang dialami pemilik kandang ayam di Desa Penadaran, Gubug, Grobogan sangat besar karena nilai aset yang terbakar diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan usaha seperti kandang ayam, gudang, maupun tempat produksi lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan sesuai standar. Jangan menggunakan sambungan listrik secara berlebihan serta segera perbaiki apabila ditemukan kabel yang rusak atau berpotensi menimbulkan korsleting,” imbau Kapolsek.
TYA WIDYA













