blank
Tim Inafis Polres Grobogan melakukan olah TKP di saluran irigasi tempat korban ditemukan meninggal dunia. Foto: Tya Widya/dok Polres Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa tragis menimpa seorang remaja berkebutuhan khusus yang ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di saluran irigasi Bendung Dumpil, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Senin (15/6/2026) pagi.

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sebelumnya, pihak keluarga dan warga setempat telah melakukan pencarian terhadap korban.

Remaja berkebutuhan khusus tersebut diketahui berinisial ESW (16), warga Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan.

BACA JUGA : Gebrakan Polres Grobogan! Safe House 110 Hadir hingga Pelosok Desa, Rumah Kades Tempat yang Paling Aman Bagi Warga

Korban ditemukan mengapung di saluran irigasi Bendung Dumpil, Ngaringan, Grobogan, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (14/6/2026) sore.

Personel Polsek Ngaringan bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk evakuasi dan olah TKP di lokasi penemuan jenazah korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga mulai menyadari ESW tidak berada di rumah saat mereka pulang sekitar pukul 17.00 WIB pada Minggu (14/6/2026).

Kondisi itu membuat keluarga merasa khawatir. Mereka kemudian berusaha mencari keberadaan korban di sejumlah lokasi yang biasa dikunjungi.

Pencarian tidak hanya dilakukan keluarga. Warga sekitar juga ikut membantu menyisir lingkungan permukiman dan area yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.

Salah satu titik yang menjadi fokus pencarian adalah kawasan saluran irigasi Bendung Dumpil yang berada tidak jauh dari rumah korban.

Kronologi

Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Ngaringan IPTU Andry Fajar Irianto menjelaskan bahwa keluarga langsung bergerak mencari korban begitu mengetahui ESW tidak berada di rumah.

“Setelah mengetahui korban tidak ada di rumah, pihak keluarga bersama warga berupaya melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal, termasuk area saluran irigasi Bendungan Dumpil,” jelasnya.

Warga melakukan penyisiran hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Namun upaya pencarian pada Minggu malam itu belum membuahkan hasil.

BACA JUGA : Polsek Pejagoan Gelar Lomba Mancing dan Santuni Anak Yatim

Untuk memperluas pencarian, warga juga mengumumkan informasi kehilangan korban melalui pengeras suara masjid dan musala di sekitar desa.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang mengetahui keberadaan korban dapat segera menyampaikan informasi kepada pihak keluarga.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, keberadaan ESW masih belum diketahui hingga malam berakhir.

Korban Ditemukan

Pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada Senin pagi dengan melibatkan warga yang lebih banyak dan area penyisiran yang lebih luas.

Sekitar pukul 06.00 WIB, seorang warga yang ikut mencari melihat sesosok tubuh mengapung dalam posisi tertelungkup di saluran irigasi Bendung Dumpil.

Penemuan itu langsung membuat warga mendekati lokasi untuk memastikan identitas korban yang terlihat berada di aliran irigasi tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan, warga memastikan tubuh yang ditemukan merupakan ESW yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Warga kemudian mengevakuasi korban dari lokasi penemuan dan membawanya ke rumah duka untuk disemayamkan.

Informasi tersebut segera diteruskan kepada perangkat desa dan dilaporkan kepada Polsek Ngaringan.

BACA JUGA : Sengkarut Kartu Keluarga: Menyiasati Domisili dalam Sistim Penerimaan Murid Baru

Mendapat laporan itu, petugas kepolisian bersama Unit Identifikasi Polres Grobogan dan tenaga medis dari Puskesmas Ngaringan langsung mendatangi lokasi kejadian.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan medis awal terhadap tubuh korban guna mengetahui penyebab kematiannya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban ditemukan di area pintu pembuangan saluran irigasi Bendung Dumpil. Jarak antara rumah korban dengan lokasi penemuan diperkirakan sekitar 400 meter.

Selain itu, pemeriksaan medis luar mengungkap bahwa korban merupakan remaja berkebutuhan khusus sejak lahir.

Petugas juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi penganiayaan pada tubuh korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab meninggal dunia diduga akibat tenggelam,” kata IPTU Andry Fajar Irianto.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki autopsi. Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman.

BACA JUGA : Lapas Semarang Sosialisasikan SIPASTI, Optimalkan Pengelolaan Sarana Kerja Pembinaan

Kasus remaja berkebutuhan khusus yang diduga tenggelam di saluran irigasi Bendung Dumpil, Ngaringan, Grobogan, ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anggota keluarga yang membutuhkan pendampingan khusus.

Kapolsek Ngaringan mengimbau masyarakat agar meningkatkan perhatian kepada anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus saat beraktivitas di luar rumah, terutama di sekitar saluran irigasi agar insiden tersebut tidak terulang lagi.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga, terutama anak-anak dan anak berkebutuhan khusus saat beraktivitas di luar rumah,” tegas IPTU Andry Fajar Irianto.

TYA WIDYA