JEPARA (SUARABARU.ID) – SMK Negeri 2 Jepara, yang kini mengusung branding SMIK SMART (Sinergi, Mandiri, Artistik, Religius, dan Terampil), telah mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan kejuruan yang berfokus pada ranah seni dan industri kreatif. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SMK Negeri 2 Jepara Indria Mustika, S.Pd., M.Pd dalam wawancara khusus dengan SUARABARU.ID, Jumat 1/6-2026
“Melalui strategi transformasi pembelajaran kolaboratif berbasis industri tersebut, sekolah ini tidak hanya mencetak lulusan yang mahir secara teknis, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya
Ia juga menjelaskan, inti dari “Kelas Industri” di SMKN 2 Jepara adalah sinkronisasi kurikulum yang disusun bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI). “Sekolah memastikan bahwa setiap Modul Ajar Kolaboratif yang digunakan telah mengintegrasikan kompetensi teknis serta budaya kerja nyata, bahkan divalidasi langsung oleh mitra industri untuk menjamin relevansinya,” urainya
Selanjutnya Indria Mustika mengungkapkan beberapa langkah nyata dalam pengelolaan Link and Match yang meliputi: Praktisi Mengajar dengan melibatkan ahli dari industri minimal 50 jam per semester untuk setiap konsentrasi keahlian. Juga program Magang Guru dan Siswa dimana guru secara rutin memperbarui pengetahuan teknologi mereka melalui magang industri, sementara siswa melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama minimal enam bulan di kelas XII serta Sertifikasi Kompetensi, Dimana lulusan dibekali dengan sertifikat yang diakui oleh industri, memastikan standar keahlian mereka sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” tutur Indria Mustika

Teaching Factory: Laboratorium Industri Nyata
Indria Mustika juga menjelaskan, model pembelajaran unggulan yang diterapkan adalah Teaching Factory (TeFa) dan Project Based Learning (PjBL). “Melalui TeFa, lingkungan sekolah dirancang sedemikian rupa untuk menyerupai atmosfer industri, mulai dari tahap perencanaan, produksi, hingga pemasaran produk,” urainya
Menurut Indria Mustika, keunggulan ini terlihat pada berbagai program keahlian, seperti Teknik Furnitur akan fokus pada desain ergonomis dan produksi massal mekanis dengan material modern. Sedangkan Desain dan Produksi Kriya: mencakup kriya kayu, batik, keramik, serta logam dan perhiasan yang menggabungkan nilai estetika tradisional dengan tuntutan pasar global.
Untuk animasi Indria Mustika menjelaskan harus mampu menghasilkan karya film pendek melalui kolaborasi dengan studio animasi ternama. Sementara Busana difokuskan untuk menyiapkan desainer dan tenaga ahli produksi busana siap pakai (pret-a-porter).
Dampak Nyata dan Keberlanjutan
Diuraikan juga, strategi ini diharapkan dapat membuahkan hasil yang signifikan dengan angka penyerapan lulusan cukup tinggi. Hal ini membuktikan bahwa model kelas industri yang diterapkan mampu menjawab dinamika industri abad ke-21 yang berubah dengan cepat.
“Selain kompetensi teknis (hard skills), SMKN 2 Jepara juga menekankan penguatan soft skills melalui implementasi “7 Kebiasaan Baik Murid Indonesia”, seperti disiplin waktu, berpikir kritis, dan kemampuan membangun jejaring (networking). Dengan visi mencetak wirausahawan muda yang inovatif, SMKN 2 Jepara terus bertransformasi menjadi ekosistem pendidikan yang dinamis dan berdampak nyata bagi Masyarakat,” pungkasnya
Ika Putri – Eky Putri













