blank
Sejumlah pengunjung saat menuliskan kesan dan pesannya dalam aksara Jawa. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM), mengampanyekan kegiatan pelestarian aksara Jawa, di lokasi Car Free Day (CFD), kawasan Simpanglima, Semarang, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan ini mengusung tema ‘Satu Aksara, Banyak Cerita’. Para mahasiswa tampil mengenakan pakaian bermotif batik, yang dipadukan dengan ikat kepala tradisional Jawa atau blangkon.

Dalam aksi itu, mahasiswa USM mengajak masyarakat untuk menuliskan nama, tanda tangan, atau pesan-pesan positif menggunakan aksara Jawa.

BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Batik lewat Menggambar Wajah

Ketua Pelaksana, Rama Dandy Tigo Laksana mengatakan, kegiatan itu diadakan sebagai respons atas kekhawatiran para mahasiswa, terhadap mulai lunturnya literasi daerah di kalangan generasi muda.

Area Simpanglima dipilih, karena menjadi titik kumpul strategis masyarakat dari berbagai latar belakang usia, setiap akhir pekannya. ”Selama kegiatan, kami membagikan brosur edukatif, dan memegang papan infografis yang berisi tabel panduan dasar penulisan aksara Jawa,” katanya.

Dia menambahkan, gerakan edukasi yang diinisiasi mahasiswa USM itu, mendapatkan sambutan positif dari warga. Sepanjang pagi, lapak edukasi itu tidak pernah sepi. ”Antusiasme tidak hanya datang dari kalangan remaja, tapi juga anak-anak, ibu-ibu serta bapak-bapak yang tergabung dalam komunitas pesepeda,” ujarnya.

Dia berharap, melalui kegiatan ini, dapat memantik kembali rasa bangga dan kepedulian masyarakat, khususnya Gen Z dan milenial, untuk terus merawat dan melestarikan kekayaan literasi Nusantara.

Riyan