GROBOGAN (SUARABARU.ID) — Peristiwa kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik terjadi di Desa Manggarwetan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Minggu (7/6/2026) malam.
Insiden tersebut menghanguskan dua rumah warga dan merusak sebagian bangunan rumah lainnya dengan total kerugian material mencapai Rp101 juta.
Kebakaran di Godong, Grobogan, itu melibatkan rumah milik Saelan (65), Muhamad Risad Alkalifi (25), dan Muibah (60).
BACA JUGA : Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Batik lewat Menggambar Wajah
Dua rumah dilaporkan ludes terbakar, sedangkan satu rumah mengalami kerusakan pada bagian dapur akibat kobaran api yang merambat dari bangunan di sekitarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran di Godong, Grobogan, diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di rumah milik Saelan.
Saat kejadian, sejumlah peralatan elektronik masih terhubung dengan arus listrik meski rumah dalam keadaan kosong dan terkunci.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Godong AKP Muh. Suharto mengatakan, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 19.30 WIB setelah warga melihat kobaran api dari bagian tengah rumah korban.
“Sementara ini, dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian tengah rumah milik korban,” ujar AKP Muh. Suharto, Senin (8/6/2026).
Menurut keterangan polisi, Saelan diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi terkunci. Beberapa peralatan elektronik seperti lemari es dan magic com masih terhubung dengan stop kontak yang berada di bagian tengah rumah.
Beberapa jam kemudian, warga mendengar teriakan meminta pertolongan. Saat mendatangi lokasi, warga mendapati api sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan rumah.
Warga kemudian berupaya memadamkan api secara manual sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Namun, material bangunan yang didominasi kayu membuat api cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Petugas Damkar Wilayah Godong mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Bantuan juga datang dari dua unit Damkar Gubug dan satu unit Damkar Dempet, Kabupaten Demak.
Setelah melakukan upaya pemadaman selama kurang lebih 30 menit, petugas bersama warga akhirnya berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke permukiman lainnya.
Akibat kejadian tersebut, rumah milik Saelan beserta satu unit sepeda motor Honda Scoopy, uang tunai, dan sejumlah barang elektronik ludes terbakar. Kerugian korban pertama diperkirakan mencapai Rp30 juta.
BACA JUGA : Ahmad Luthfi Gerak Cepat, Rp 200 Miliar Dialihkan untuk Benahi Jalan Rusak di Jateng
Sementara itu, rumah milik Muhamad Risad Alkalifi juga habis dilalap api. Selain bangunan rumah, uang tunai, perhiasan emas, dan berbagai barang elektronik ikut musnah dengan total kerugian sekitar Rp65 juta.
Api juga merambat ke rumah milik Muibah dan membakar bagian dapur yang terbuat dari kayu. Kerugian yang dialami korban ketiga ditaksir mencapai Rp6 juta.
Kapolsek Godong memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang diduga berasal dari korsleting listrik di wilayah Godong, Grobogan.
AKP Muh. Suharto mengimbau masyarakat Godong, Grobogan, agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik maupun peralatan elektronik yang tetap terhubung dengan arus listrik saat rumah ditinggalkan.
Menurutnya, langkah sederhana seperti memeriksa instalasi listrik dan mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan dapat mencegah kebakaran serta meminimalkan risiko kerugian besar.
TYA WIDYA













