blank
Tim PKM USM, saat memberikan pelatihan wirausaha pada pelaku UMKM di Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Foto: dok/usm

KENDAL (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Semarang (USM), belum lama ini memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), di Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Kegiatan yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM itu, mengusung tema ‘Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Ekonomi Lokal Berkelanjutan’.

Tim PKM USM ini dipimpin Ketua Dr Yuli Budiati SE MSi, bersama anggota Dr Rohmini Indah Lestari ST MM, Prof Dr Indarto SE MSi dan Dr Adijati Utaminingsih SE MM. Tim ini juga melibatkan mahasiswa Program Magister Manajemen.

BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Gelar Sosialisasi Komunikasi Gender di SMKN 2 Semarang

Menurut Yuli, program ini dilatarbelakangi berbagai tantangan yang dihadapi UMKM pesisir. Seperti pemasaran yang masih konvensional, rendahnya inovasi produk, lemahnya pengelolaan keuangan usaha, serta terbatasnya jejaring kemitraan yang mendukung pengembangan pasar.

”Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemasaran digital, branding dan desain kemasan, diversifikasi produk berbasis potensi lokal, pencatatan keuangan sederhana, serta penguatan kemitraan usaha,” katanya.

Dia menambahkan, masyarakat pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih memerlukan penguatan kapasitas kewirausahaan, agar mampu meningkatkan daya saing usaha.

BACA JUGA: BEM USM Studi Banding dengan Tujuh BEM Semarang Raya

”Desa Pidodokulon memiliki potensi sumber daya pesisir yang sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar, mampu memanfaatkan teknologi digital, serta memiliki kemampuan manajerial yang lebih kuat, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Indarto menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, dalam rangka membangun ekosistem kewirausahaan yang sehat.

”Pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu pelaku usaha saja. Diperlukan jejaring, kemitraan, dan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta lembaga pendukung lainnya, agar tercipta ekosistem usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA: Mahasiswi Ilkom USM Juara III Tenis Meja Airlangga Open VIII/2026

Kegiatan berlangsung interaktif, melalui sesi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta menyambut positif program ini, karena memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.

Dia berharap, melalui kegiatan pengabdian ini, dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Riyan