SEMARANG (SUARABARU.ID) – Menyambut peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, semangat membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba terus diperkuat melalui program ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) yang digagas oleh BNN RI.
Program nasional ini menitikberatkan pada upaya pencegahan sejak usia dini dengan membangun karakter, ketahanan diri, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak agar memiliki daya tangkal yang kuat terhadap ancaman narkotika.
Sebagai bagian dari penguatan gerakan tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menerima audiensi Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jawa Tengah di Kantor BNNP Jawa Tengah, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ketahanan generasi muda Jawa Tengah terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
PPI Jawa Tengah dinilai sebagai mitra strategis karena mewadahi ribuan generasi muda yang memiliki karakter disiplin, jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat ANANDA Bersinar dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berdaya saing.
Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid menyambut baik kehadiran jajaran Pengurus PPI Jawa Tengah dan berharap kerja sama yang telah terjalin dapat segera diwujudkan dalam aksi nyata.
Menurut Toton, sejumlah kegiatan dapat segera direalisasikan sebagai bentuk implementasi kerja sama kedua pihak. “Kita bisa menggelar webinar bersama yang melibatkan seluruh anggota PPI Jawa Tengah dalam rangka menyambut HANI 2026.
Pengurus maupun anggota PPI juga dapat didorong menjadi Penggiat Anti Narkoba sehingga mampu menjadi teladan dan agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” tegas Toton.
Ia juga mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda. “Media sosial harus menjadi ruang kolaborasi untuk bersama-sama menggaungkan semangat War on Drugs for Humanity,” harapnya.
Toton menilai bahwa karakter yang melekat pada para anggota Paskibraka merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung upaya pencegahan narkoba.
“Anggota Paskibraka dikenal memiliki kedisiplinan tinggi, wawasan kebangsaan yang kuat, serta rasa cinta tanah air yang luar biasa. Nilai-nilai tersebut merupakan pondasi penting untuk membangun generasi yang tangguh dan mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi bangsa dari jerat maut narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPI Jawa Tengah, Rizal Arnadi, S.T., menegaskan kesiapan organisasinya untuk memperkuat kolaborasi dengan BNNP Jawa Tengah sebagai tindak lanjut kerja sama yang telah dibangun sebelumnya.
“Audiensi ini sekaligus menjadi langkah tindak lanjut atas nota kesepahaman yang telah dibangun sebelumnya. PPI Jawa Tengah siap berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan edukasi maupun kampanye pencegahan narkoba yang dilaksanakan BNNP Jawa Tengah,” ujar Rizal.
Ia menegaskan komitmen PPI Jawa Tengah untuk menjadi bagian dari gerakan nasional penyelamatan generasi bangsa. “Kami percaya bahwa upaya pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, PPI Jawa Tengah siap menjadi mitra strategis BNN dalam mengedukasi masyarakat, menggerakkan generasi muda, serta menyebarluaskan pesan-pesan positif tentang hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba,” tambahnya.
Melalui audiensi ini, BNNP Jawa Tengah dan PPI Jawa Tengah berkomitmen merealisasikan berbagai program kolaboratif dalam rangkaian HANI 2026, sekaligus memperkuat implementasi program ANANDA Bersinar guna mewujudkan generasi muda Jawa Tengah yang sehat, berkarakter, berprestasi.
Ning S













