WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kasus kebakaran pasar tradisional yang terjadi lebih satu tempat dan berulang, menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri. Berkaitan ini, Pemda Wonogiri didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran, dan menyusun langkah mitigasi yang terukur.
Desakan itu, disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi Gerinda Plus PAN DPRD Wonogiri, Dwi Prasetyo ST, Rabu (3/6/26), saat menyampaikan pemandangan umum di forum rapat paripurna Dewan. Kata Dwi, para pedagang pasar kiranya perlu diberikan edukasi dan pelatihan cara penanggulangan kebakaran.
Hal itu perlu dilakukan, tambah Dwi, demi upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan pasar tradisional di seluruh Kabupaten Wonogiri. Terkait ini, Pemda Wonogiri perlu memperkuat sistem pencegahan kebakaran melalui peningkatan sarana dan prasarana (Sarpras), demi memberikan proteksi terhadap ancaman kebakaran pasar. Bersamaan itu, secara periodik, perlu dilakukan pemeriksaan instalasi listrik terpasang secara berkala.
Rapat paripurna membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025, dihadiri 26 dari 50 anggota Dewan. Dipimpin Wakil Ketua Krisyanto dan Suryo Suminto. Dihadiri langsung Bupati Setyo Sukarno dan Wakil Bupati Imron Rizkyarno. Agenda rapat, adalah penyampaian pemandangan umum dari para anggota DPRD.
Ada 5 Anggota Dewan yang menyampaikan pemandangan umum. Merfeka terdirfi atas Dwi Prasetyo dari Fraksi Gerindra Plus PAN, Yadi dari Fraksi PDI Perjuangan, Susanto dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat, Reni Toliriana dari Fraksi partai Golkar dan Iwan Susilo dari Fraksi PKS.
Pencegahan
Terkait dengan kebakaran pasar tradisional, Dwi Prasetyo, memberikan apresiasi dan mendukung langkah cepat Pemda dalam menggunakan dana darurat, yakni untuk membantu penanganan kebakaran di Pasar Kota Wonogiri yang terjadi beberapa waktu lalu. ”Namun ke depannya, Pemerintah Daerah perlu memperkuat sistem pencegahan kebakaran,” tandasnya.
Juru Bicara Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat, Susanto, menyoroti realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) yang hanya terserap 28,91 persen. ”Meskipun penggunaannya telah diarahkan untuk penanganan kebakaran Pasar Kota Wonogiri dan bantuan sosial,” tegasnya. Terkait BTT, Susanto, mendesak agar Pemda perlu memperkuat kesiapsiagaan dan mekanisme penanganan bencana maupun kondisi darurat lainnya, melalui respon lebih cepat dan optimal.
Sebagaimana diberitakan, kebakaran Pasar Kota Wonogiri berlangsung Tanggal 6 Oktober 2025 lalu. Ini menjadi kasus kebakaran keduakalinya, setelah kebakaran pertama yang terjadi Tahun 2003 atau selang 22 tahun yang lalu. Kebakaran sama, juga melanda Pasar Tradisional di Ibukota Kecamatan Slogohimo pada Hari Kamis Tanggal 29 September 2023.
Pemicu kebakaran, diduga dari korsleting listrik pada jaringan terpasang di kios pedagang. Untuk pembangunan kembali Pasar Slogohimo, kini telah dilakukan oleh Pemda Wonogiri dengan beaya sebesar Rp 17 miliar. Kemudian Pasar Kota Wonogiri, masih belum ada kepastian kapan akan segera dibangun kembali.
Pemda Kabupaten Wonogiri, kini tengah berupaya memohon bantuan dana pembangunannya ke Pemerintah Pusat di Jakarta, dan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri, diprediksi akan memerlukan dana Rp 170 miliar sampai Rp 180 miliar.(Bambang Pur)













