blank
Tim Pengabdian masyarakat saat berada di SD Negeri 2 Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Pendidikan dasar tidak hanya melulu soal angka dan literasi baca-tulis, namun juga mengenai kematangan emosional. Menyadari krusialnya aspek tersebut, tim dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UNISNU Jepara melaksanakan kegiatan sekolah binaan di SD Negeri 2 Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

blank
Tim pengabdian masyarakat PGSD UNISNU Jepara saat luncurkan E-Pocket Book Regulasi Ekonomi.

Kegiatan pengabdian ini mengusung tema besar “Capacity Building Literasi Regulasi Emosi Siswa Melalui E-Pocket Book: Mengoptimalkan Peran Guru di Sekolah Dasar”. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan guru dalam menghadapi dinamika perilaku dan perkembangan psikologis siswa pada fase usia emas, yakni 7 hingga 12 tahun.

Ketua tim pelaksana sekaligus narasumber utama, Naili Rofiqoh, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa kecerdasan emosional sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan akademik siswa. Dalam paparannya, Naili menekankan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai garis terdepan yang membantu siswa mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka.

“Regulasi emosi yang baik terbukti mampu mendukung proses belajar yang efektif, mencegah terjadinya konflik antar-siswa, serta secara signifikan meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan murid di dalam kelas,” ujar Naili di hadapan para peserta.

Sebagai instrumen pendukung, tim UNISNU memperkenalkan E-Pocket Book Regulasi Emosi. Buku saku digital ini disusun secara sistematis agar mudah diakses oleh guru melalui perangkat gawai mereka. Di dalamnya, peserta dibekali pengetahuan praktis mengenai klasifikasi emosi—mulai dari emosi dasar, sosial, hingga emosi kompleks yang sering dialami anak.

Selain itu, buku ini memuat panduan mendeteksi tanda-tanda anak yang membutuhkan bantuan regulasi, hingga strategi intervensi ringan seperti penyediaan “sudut tenang” (calm-down corner) dan metode Role-Play untuk melatih empati.

Kepala SD Negeri 2 Karimunjawa, Parjiya, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, letak geografis sekolah yang berada di kepulauan bukan menjadi penghalang bagi para guru untuk mendapatkan akses inovasi pendidikan terbaru.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim PGSD UNISNU Jepara. Guru kini tidak hanya dituntut mendidik secara kognitif, tetapi juga harus mampu mendampingi perkembangan emosional siswa. E-Pocket book ini menjadi kompas praktis yang bisa langsung kami terapkan dalam dinamika kelas sehari-hari,” tutur Parjiya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak interaktif. Para guru terlibat aktif dalam sesi diskusi, praktik aktivitas regulasi emosi, hingga simulasi role-play yang disesuaikan dengan fase perkembangan siswa. Antusiasme peserta terlihat saat mereka merefleksikan pengalaman menghadapi emosi anak didik dan mencoba memecahkannya dengan metode yang ditawarkan.

Melalui program capacity building ini, UNISNU Jepara berharap para pendidik di SDN 2 Karimunjawa semakin terampil dalam mengoptimalkan perannya. Langkah nyata ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan dasar yang lebih sehat, berkelanjutan, dan peduli terhadap kesejahteraan mental generasi mendatang.

ua