JEPARA (SUARABARU.ID) – Kegiatan Latihan Bareng (LatBar) Siswa Pecinta Alam (Sispala) se-Kabupaten Jepara berlangsung meriah dan menjadi wadah penguatan solidaritas antar pecinta alam lintas sekolah Sabtu, (16/05).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sispala perwakilan sekolah yang berjumlah sekitar 50 anggota. Mereka adalah: AFPALA SMKN 1 Jepara, PAMAPALA SMAN 1 Pecangaan, SPORTAPALA SMKN 3 Jepara, NATAMANDALA SMKN 1 Bangsri dan SISDAPALA SMAN 1 Tahunan.

Berlangsung di Gedung Sasana Krida Wiyata dan beberapa titik di SMAN 1 Pecangaan, para panelis menghadirkan berbagai materi dan praktek terkait teknik vertical rescue dan rapling yang diikuti para anggota Sispala dari sejumlah sekolah di Jepara.
Pembina Pamapala SMAN 1 Pecangaan, Imam Setyawan, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi keberlangsungan organisasi pecinta alam di sekolah. Menurutnya, Latbar menjadi ajang silaturahmi antar pecinta alam lintas sekolah sekaligus upaya menjaga eksistensi organisasi Sispala agar tidak “mati suri”.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan keterampilan terkait teknik rapling serta aktivitas panjat-memanjat. “Anak-anak bisa saling sharing skill dan pengetahuan tentang rapling maupun kegiatan vertical lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Panelis Tata Cara Rapling Sispala yang juga pelatih Pamapala, Surya Bawana, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mempererat persaudaraan antar anggota pecinta alam di Jepara sekaligus mengenalkan dunia kegiatan vertikal kepada peserta.
Menurutnya, selama ini banyak anggota pecinta alam yang hanya mengenal kegiatan alam bebas sebatas pendakian gunung. Padahal, teknik vertikal juga membutuhkan keterampilan dan standar keselamatan yang baik.
Dalam latihan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar penggunaan alat, teknik naik turun tali, manajemen risiko, hingga pengendalian mental saat berada di ketinggian. “Harapannya bukan hanya menambah skill, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan solidaritas antaranggota Sispala di Jepara,” ujar Surya.
Selain materi rapling, peserta juga mendapatkan pelatihan pengenalan pembuatan anchor untuk pemula yang disampaikan Hamzah Mubarak yang juga Pelatih Afpala SMK N 1 Jepara. Dalam materinya, Hamzah menekankan pentingnya penguasaan dasar-dasar Search and Rescue (SAR) bagi generasi muda.
Ia menjelaskan peserta diajarkan cara membuat seat harness menggunakan webbing, membuat anchor, mengenali media anchor yang aman, hingga teknik rapling atau descending. Materi tersebut juga mencakup teknik posisi kaki, penguncian figure, serta menjaga mental agar tidak panik saat melakukan rapling.
Melalui kegiatan latihan gabungan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam kegiatan alam bebas, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam organisasi pecinta alam.
Imam Setyawan menambahkan, kegiatan semacam itu juga mampu meningkatkan profesionalitas anggota pecinta alam yang selama ini kerap mendapat stigma negatif di lingkungan sekolah.
“Selama ini anak-anak mapala sering dianggap pemberontak. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka belajar tentang organisasi, bagaimana menyelenggarakan acara dengan baik, dan belajar administrasi secara proper,” katanya.
Meski demikian, Imam memberikan catatan evaluasi bersama terkait pelaksanaan acara yang dinilai kurang tepat waktu. Ia berharap penyelenggaraan kegiatan berikutnya dapat lebih baik, terutama dalam manajemen waktu setelah acara disebut mengalami keterlambatan hingga sekitar 1,5 jam.
Septiana W













