blank
Rombongan Pimpinan DPRD Kabupaten Wonogiri yang dipimpin Supriyanto (ketiga dari kiri), menyerahkan cenderamata kepada Kepala Diskominfo Kota Batam Rudi Panjaitan (keempat dari kiri).(Dok.DPRD Wonogiri)

BATAM (SUARABARU.ID) – Dinas Kominfo Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memiliki semboyan kerja ”Pantang Pulang Sebelum Tayang.” Ini menampakkan etos kerja yang diwarnai cerminan semangat dan dijiwai dedikasi tinggi, untuk melahirkan produktivitas dan integritas dalam menjalankan tugas pokok fungsi (Tupoksi)-nya.

Para aparat Diskominfo Kota Batam, pantang pulang sebelum hasil liputannya, ditayangkan di media untuk kepentingan publikasi, termasuk diunggah pada konten yang dikelolanya. Tujuannya, agar hasil liputan Diskominfo Kota Batam, dapat cepat tersebar luas di masyarakat. Terlebih mengenai berita aktual, apalagi yang menjadi viral.

Demikian dikedepankan Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, saat menerima kunjungan para Pimpinan DPRD Kabupaten Wonogiri bersama para awak media, yang melakukan studi banding. Kata Rudi, Diskominfo Batam mengelola aplikasi SIDIA (Sistem Digitalisasi Kerja Sama Media).

Sidia, merupakan platform digital yang dikelola Dinas Kominikasi dan Iformatika (Diskominfo), untuk mendata, memverifikasi dan mengelola kerjasama publikasi antara Pemkot Batam dengan media massa. Aplikasi ini, memastikan proses seleksi kerja sama media, berjalan secara objektif dan transparan.

Acara studi banding ke Kota Batam, berlangsung sejak Minggu (10/6/26) sampai dengan Rabu (13/6/26). Rombongan DPRD Wonogiri berjumlah 20 orang. Melibatkan semua unsur pimpinan dari seluruh Alat Kelengkapan (Alkap) Dewan. Mereka terdiri atas Urin Tri Hartono, Heru Sukoco, Lutfi Angga Pradana, Romandhani Andang Nugroho, Jati Waluyo, Joko Warsito, Supriyanto, Iskandar, Dani Mursito, Yadi, Ari Sumantri, Astrano, Titi Sugiyarti, Indah Retnowati, Yekti Dewi Retno Basuki, Gimanto, Mariji, Sutoyo dan Widiyatno.

Ikut serta sebanyak 10 awak media yang selama ini setia melakukan liputan di DPRD Kabupaten Wonogiri. Mereka terdiri atas Bambang Pur( suarabaru.id), Joko Santosa (KR), Tulus PE (Jateng.Com), Khalid Yogi (Suara Merdeka), M Diky Praditia (Solopos), Wibatsu Ari Sudewo (Jawa Pos), Iwan Adi Luhung (Jawa Pos Radar Solo), Aris Arianto (Joglosemar), Wisnu Tri Pranoto (TA TV), Erlangga Bima Sakti (Tribunsolo.com). Juga ikut Ida Mulyaningsih dari Diskominfo Wonogiri, Sekretaris DPRD Wonogiri Edhi Tri Hadiyantho bersama sejumlah staf Sekretariat Dewan Wonogiri.

Menimba

Sebelum ke Diskominfo Kota Batam, rombongan DPRD Wonogiri lebih dulu mendatangi DPRD Kota Batam. Studi banding ke Batam, sebagai upaya menimba ilmu berkaitan dengan format kerjasama DPRD bersama awak media. Dalam pertemuan di Batam, dikedepankan bahwa studi banding tersebut, diilhami oleh strategi pemenangan pada kejuaran pada film Karate Kid. Film laga yang legends di Tahun 2025, yang mempertemukan Jackie Chan (Mr Han) dan Ralph Macchio (sebagai Daniel LaRusso).

Kedua suhu bela diri tersebut, secara bersama melatih Li Fong (Ben Wang) di New York, untuk memenangi kejuaraan karate di turnamen lima wilayah. Paduan jurus karate yang dipadukan dengan kungfu Jackie Chan, melahirkan tendangan naga yang sempurna dan menjadi kunci pemenangan kejuaraan.

Itu menginspirasi rombongan DPRD Wonogiri berguru ke Batam, dalam upaya mencari bekal untuk menyempurnakan jalinan kerjasama Dewan dengan awak media. Harapannya, agar terlahir konsep penyempurnaan kerjasama demi upaya meningkatkan jalinan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, bagai hubungan simbiosis mutualisme.

Juga diilhami oleh popularitas kuliner bakso. Yakni makanan khas Tiongkok yang ditemukan pemuda Meng Bo dari Kota Fuzhou dan memiliki akar sejarah panjang dari Dinasti Ming (1368-1644). Yang masuk ke Idonesia Abad Ke-17, dan setelah disempurnakan dengan bumbu rempah-rempah Nusantara, menjadi kuliner populer di Tanah Air.

Berkaitan studi banding tersebut, disampaikan pantun: ”Bunga Telasih indah warnanya. Dibeli dari Pasar Raya. Terima kasih penerimaannya. Semoga Batam ringan membagikan ilmunya.”

Batam belakangan berkembang pesat. APBD Kota Batam mencapai Rp 4,7 Triliun dan Pendapatan Aseli Daerah (PAD)-nya Rp 2,7 Triliun. Angka pertumbuhan ekonominya mencapai 6,87 persen, berada di atas angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jumlah tersebut, jauh di atas Kabupaten Wonogiri, yang jumlah APBD-nya hanya Rp 2,2 Triliun dan PAD-nya hanya Rp 358 Miliar.(Bambang Pur)