blank
Tim Asistensi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat foto bersama dengan jajanan pimpinan RSUD KRT Soetjonegoro. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Sebuah pemandangan sederhana di warung pinggir jalan menjadi awal lahirnya inovasi pelayanan sosial di RSUD KRT Setjonegoro Kabupaten Wonosobo.

Berangkat dari kisah sepasang suami istri yang makan satu bungkus nasi berdua saat menunggu anaknya dirawat, rumah sakit daerah tersebut kini menghadirkan program makan gratis tiga kali sehari bagi penunggu pasien kelas 3.

Program ini menjadi salah satu inovasi unggulan yang dipaparkan Direktur RSUD KRT Setjonegoro, dr. Danang Sananto, MM, saat rapat bersama Tim Asistensi Bupati Wonosobo di Aula Wijayakusuma RSUD KRT Setjonegoro, Rabu (13/5/2026).

Dr. Danang mengungkapkan, program tersebut lahir dari pengalaman yang membekas saat dirinya melihat langsung kondisi keluarga pasien yang serba terbatas secara ekonomi.

“Saya melihat ada sepasang suami istri di warung sekitar rumah sakit makan satu nasi bungkus berdua saat menunggu anaknya dirawat. Saat itu saya berpikir, orang yang sedang sakit jangan sampai keluarganya ikut terbebani urusan makan. Dari situlah program makan gratis ini kami jalankan,” ujar dr. Danang.

Ia menjelaskan, program pembagian makan gratis bagi penunggu pasien kelas 3 sudah berjalan sejak 2022 dan diberikan sebanyak tiga kali sehari.

Program tersebut dihadirkan sebagai bentuk kepedulian rumah sakit terhadap keluarga pasien, khususnya dari kalangan kurang mampu.

Selain inovasi tersebut, RSUD KRT Setjonegoro juga memiliki sejumlah terobosan lain dalam peningkatan pelayanan kesehatan, seperti program SOBO PAKU ANTING untuk penanganan stunting melalui konseling gizi, edukasi tumbuh kembang anak, hingga home visit bagi pasien yang membutuhkan tindak lanjut.

Di bidang kegawatdaruratan, RSUD juga menghadirkan layanan AMBULANCE JAGO (Siap Jemput Ambulans Gratis Oke) yang memberikan layanan penjemputan pasien darurat dan kecelakaan secara gratis dengan pendampingan tenaga medis.

RS Tipe B

blank
Tim Asistensi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan RSUD KRT Soetjonegoro. Foto : SB/Muharno Zarka

 

Dalam paparannya, dr. Danang juga menyampaikan bahwa RSUD KRT Setjonegoro kini resmi berstatus rumah sakit tipe B, seiring peningkatan fasilitas, alat kesehatan, serta sumber daya manusia medis.

“Sekitar 90 persen pasien kami adalah peserta BPJS. Kami pastikan tidak ada pembedaan layanan antara pasien BPJS maupun pasien umum,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penguatan kualitas pelayanan, RSUD juga telah menyekolahkan sekitar 40 dokter spesialis untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat Wonosobo.

Ketua Tim Asistensi Bupati Wonosobo, Idham Cholid, mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan RSUD KRT Setjonegoro.

“Inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan. Rumah sakit pemerintah harus mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.

Ia menilai peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari fasilitas dan alat kesehatan, tetapi juga dari sikap pelayanan kepada masyarakat.

“Stigma pelayanan rumah sakit daerah yang dianggap kalah ramah dibanding rumah sakit swasta harus dijawab dengan evaluasi dan pembenahan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Tim Asistensi Bupati akan menggelar rapat lanjutan bersama Dinas Kesehatan dan kepala Puskesmas se-Kabupaten Wonosobo guna memperkuat sinergi peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Muharno Zarka