WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo yang digelar di Gedung Golkar setempat pada Minggu, 10 Mei 2026, kemarin.
Dalam Musda Ke-XI Partai Golkar, Triana Widodo alias Wiwid Cebong, kembali dipercaya untuk memimpin partai berlambang pohon beringin itu, untuk 5 tahun ke depan. Dia terpilih secara aklamasi dalam Musda ke-XI Partai Golkar tersebut.
Kehadiran orang nomor satu di Wonosobo itu dalam Musda ke-XI Partai Golkar tersebut, menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dengan partai politik sebagai pilar demokrasi yang ada di Wonosobo.
Menanggapi agenda pemilihan pemimpin baru dalam Musda ke-XI DPD II Partai Golkar, Bupati Afif menilai bahwa perubahan atau keberlanjutan kepemimpinan adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi kepartaian.
“Namanya agenda reorganisasi itu bisa dipertahankan kembali (pemimpin lama) atau berganti dengan kader muda yang baru. Itu semua tergantung kebutuhan partai. Ini adalah dinamika yang sehat di setiap tubuh kepartaian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan setempat itu menekankan bahwa tanggung jawab menjadi pengurus partai di era sekarang bukanlah perkara mudah. Karena banyak tikungan tajam yang harus dilalui pemimpin partai politik.
Tikungan tajam itu, lanjutnya, ada di proses regenerasi pimpinan dan pada saat pencalegan menjelang pemilu. Bila dua tahap itu bisa dilalui dengan baik maka pemimpin parpol berarti telah lulus ujian dengan baik.
Dia mengingatkan bahwa setelah struktur terbentuk, ada pekerjaan rumah (PR) besar yang menanti, yakni meraih simpati dan dukungan masyarakat. Hubungan simbiosis mutualisme antara rakyat dan partai harus bisa dibangun dan tidak bisa ditinggalkan.
Menurut Afif, bila partai tidak mampu menjadi maghnet rakyat untuk memilihnya, partai politik bisa tidak mendapatkan suara maksimal di pemilu. Maka kerja keras untuk merebut suara rakyat harus dilakukan parpol.
PR Berat

“Hari ini menjadi pengurus partai itu tidaklah gampang. Pekerjaan rumahnya sangat berat karena ujungnya parpol harus mendapatkan simpati masyarakat. Tanpa ada simpati dari masyarakat parpol pasti tidak akan jadi pilihan rakyat,” tegasnya.
Suara rakyat itulah, lanjut Afif, yang akan menentukan elektoral partai untuk mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi maupun DPR RI di pusat. Wakil rakyat akan menjadi kepanjangan tangan partai di legislatif maupun di masyarakat.
Afif memandang Musda ke-XI Partai Golkar Wonosobo ini sebagai langkah krusial dalam konsolidasi internal untuk menyiapkan struktur yang kuat menghadapi kontestasi politik di tahun 2029 mendatang.
Terkait hubungan kerja, Bupati Afif memuji komunikasi antara Partai Golkar dengan Pemkab Wonosobo yang selama ini berjalan sangat baik. Kader partai ini telah ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Afif menyebutkan peran aktif kader-kader Golkar yang duduk di legislatif sangat membantu roda pemerintahan. Kinerja baik mereka dengan jajaran eksekutif merupakan buah dari proses kaderisasi dan pendidikan politik di partai.
“Komunikasi dengan pemerintah cukup bagus. Ada empat anggota DPRD Kabupaten Wonosobo dari Partai Golkar, ada Mas Imam Teguh Purnomo di DPRD Provinsi Jateng, dan Pak Panggah Susanto di Dapil IX Jateng untuk DPR RI,” ujarnya.
Koordinasi mereka dengan Pemkab Wonosobo, katanya, sejauh ini cukup baik. Program aspirasi dari konstituen Partai Golkar di Wonosobo mampu diperjuangkan dan di realisasikan. Hal itu tentu sangat membantu program percepatan pembangunan di Wonosobo.
Melalui Musda ke-XI ini, diharapkan Partai Golkar Wonosobo dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu terus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan warga di daerahnya.
Muharno Zarka













