WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pihak sekolah, menempuh berbagai cara untuk mengantisipasi kemunculan aksi massa siswa, yang hura-hura merayakan kelulusan. Utamanya, bagi sekolah di jenjang pendidikan SMA dan SMK di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Caranya, penyampaian hasil kelulusan dilakukan secara daring, tanpa harus menghadirkan siswa ke sekolah. Di sejumlah sekolah, pengumuman kelulusan dilaksanakan melalui orang tua siswa dan wali murid. Waktu menyampaikan hasil kelulusan, dilakukan pada sore dan petang hari, yakni pada Pukul 17.00-18.00.
Pemilihan waktu yang dibuat mepet dengan datangnya malam ini, tujuannya untuk menghindarkan sikap hura-hura siswa, agar tidak memiliki kesempatan melakukan berbagai aksi. Yakni aksi corat-coret baju seragam atau melaksanakan konvoi sepeda motor secara massal di jalanan umum.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, pengamanan hari H pengumuman kelulusan, dilakukan Hari Senin (4/5/26). Dilaksanakan oleh aparat kepolisian di tingkat Polres dan semua Polsek, bersama para prajurit TNI AD dari jajaran Kodim 0728 beserta anggota yang dinas di semua Koramil.
Pengamanan terpadu yang dilakukan secara serentak, mampu mewujudkan situasi yang aman, tertib dan kondusif, tanpa diwarnai kemunculan aksi euforia para siswa. Baik dalam melakukan konvoi sepeda motor para siswa, maupun corat-coret seragam sekolah
Euforia adalah perasaan sangat bahagia, gembira, atau nyaman yang berlebihan dan ekstrem. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ini merupakan kondisi emosional yang intens, seringkali melampaui situasi nyata. Yang bila diwujudkan dalam aksi massa konvoi sepeda motor, itu akan mengganggu masyarakat pemakaian jalan dan arus lalu lintas.
Dari Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, dilaporkan, pengamanan hari H kelulusan siswa, dilakukan oleh personel Polsek Wuryantoro bersama anggota Koramil. Pengawasan difokuskan pada sejumlah sekolah yang melaksanakan pengumuman kelulusan, baik secara daring maupun melalui wali murid.
Seratus Persen
Adapun rincian kelulusan di Kecamatan Wuryantoro, untuk SMA Negeri 1 Wuryantoro dengan 281 siswa (104 laki-laki dan 177 perempuan) dinyatakan lulus 100 persen. Pengumuman kelulusan dilakukan secara online Pukul 18.00. Kemudian SMK Gajah Mungkur 2 Wuryantoro, sebanyak 170 siswa (123 laki-laki dan 47 perempuan) lulus 100 persen. Pengumuman kelulusannya disampaikan dengan sistem online pada Pukul 17.00.
Selanjutnya, SMK Pancasila 10 Wuryantoro dengan jumlah 27 siswa (23 laki-laki dan 4 perempuan) lulus 100 persen, yang sistem pengumumannya disampaikan melalui wali murid bersamaan dengan acara pelepasan siswa. Sementara itu, SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro dengan 199 siswa (77 laki-laki dan 122 perempuan) yang lulus 100 persen, pengumumannya dilakukan secara daring ada Pukul 17.00.
Kapolsek Wuryantoro AKP Edi Santoso, memimpin langsung pengamanan, demi memastikan situasi tetap kondusif. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan adanya pelanggaran seperti konvoi kendaraan bermotor maupun aksi coret-coret seragam yang dilakukan oleh para siswa.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menambahkan, pengamanan kelulusan dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah Wonogiri. ”Alhamdulillah, kegiatan pengumuman kelulusan berjalan aman, tertib dan kondusif, tanpa diwarnai aksi konvoi maupun coret-coret,” ujarnya.
Disebutkan, keberhasilan pengamanan ini tidak lepas dari sinergi antara kepolisian, TNI, pihak sekolah, serta kesadaran para siswa dan orang tua dalam menjaga ketertiban. “Ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat, khususnya para pelajar, semakin baik dalam merayakan kelulusan dengan cara yang positif dan tidak mengganggu ketertiban umum,” tandas AKP Anom Prabowo. kepada para siswa, diseru untuk merayakan kelulusan dengan tindakan yang positif.(Bambang Pur)













