WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulisyo, turun langsung menemui para nelayan Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Ini dilakukan, dalam upaya memperkuat sinergitas demi menjaga stabilitas Keemanan Keteriban Masyarakat (Kamtibmas).
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, pertamuan silaturahmi dengan para nelayan tersebut, digelar Senin (4/5/26), berlangsung di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Desa Sendang, tepi barat perairan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.
Lokasi pertemuan berada di Teluk Cakaran Dusun Bendorejo, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Tempat tersebut, dikenal sebagai lokasi pusat budidaya ikan air tawar model Jaka (Jala dan Karamba) apung Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah.
”Itu dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika isu kenaikan harga BBM non subsidi,” jelas AKP Anom Prabowo. Kapolres datang bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Wonogiri.
Pertemuan dihadiri para tokoh nelayan, di antaranya Ketua Kelompok Nelayan Sendang Asri, Sutrisno, dan Ketua Jaka Apun Waduk Gajahmungkur, Budi Hardono. Juga hadir para perwakilan perwakilan nelayan tangkap Waduk Gajahumungkur Wonogiri.
Aspirasi
Dalam sambutannya, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preemtif Polri. Yakni demi memperkuat komunikasi dan sinergitas dengan masyarakat, sekaligus sebagai upaya menyerap aspirasi secara langsung dari para nelayan, sebagai garda terdepan di wilayah perairan.
Kapolres, mengimbau, agar para nelayan tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Utamanya terkait isu tentang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Mereka diajak untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Wonogiri, agar tetap aman dan kondusif.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Sendang Asri, Sutrisno, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres Wonogiri, yang dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat nelayan. Kepada Kapolres dilaporkan, aktivitas nelayan masih berjalan normal dan belum terdampak secara signifikan.
Hal senada disampaikan Ketua Jaka Apung, Budi Hardono, yang menegaskan, bahwa para nelayan Waduk Gajahmungkur tidak terpengaruh isu dari luar daerah. ”Kami tetap fokus menjalankan aktivitas, serta tidak akan mengikuti aksi unjuk rasa di wilayah lain,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Polres Wonogiri menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang humanis dan responsif. Yakni dengan mengedepankan pendekatan dialogis, guna memperkuat kepercayaan masyarakat serta memastikan situasi Kamtibmas tetap terjaga dengan baik.(Bambang Pur)













