blank
Adi Ekopriyono (kiri) bersama Adiprana Yogatama, dalam live streaming instagram USM LCC. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC-Language and Culture Center), siap membantu para mahasiswa, dosen, masyarakat umum dalam penulisan karya ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah.

Bantuan itu berupa proofreading, yaitu tahap akhir dalam proses penulisan yang krusial untuk memastikan kualitas tulisan. Tahap ini membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi, untuk menangkap kesalahan, Misalnya typo, yang mungkin terlewat selama proses penulisan dan revisi awal.

Intinya, proofreading merupakan proses menyempurnakan suatu karya ilmiah, agar menjadi lebih berkualitas sesuai tujuan penulisan. Terutama dari aspek kebahasaan, redaksional dan sistematika penulisan.

BACA JUGA: Tim Asesor Lakukan Asesmen Lapangan ke Prodi Akuntansi FE USM

Direktur USM LCC, Dr Adi Ekopriyono menyampaikan hal itu dalam live streaming instagram, baru-baru ini, didampingi Adiprana Yogatama, selaku Marketing USM LCC.

Live streaming perdana USM LCC itu, diikuti 122 peserta, baik internal maupun eksternal USM. Beberapa di antara mereka menanyakan tentang layanan yang diberikan LCC, tentang masa berlaku dan kegunaan sertifikat TOEFL ITP, yang berstandar internasional.

Menurut Adi, biasanya sebelum maju ke dosen pembimbing atau promotor, mahasiswa kurang percaya diri. Membaca berulang-ulang proposal skripsinya, tesisnya, disertasinya, cari referensi yang baru.

BACA JUGA: Kegiatan Donor Darah Meriahkan Dies Natalis Ke-39 USM

”Revisi lagi, revisi lagi, sehingga tertunda-tunda. Begitu juga dalam hal penulisan artikel ilmiah, sebelum dikirim ke jurnal. Proofreading LCC sangat membantu untuk mengatasi kendala ini,” imbuhnya.

Dia menambahkan, live streaming itu sebagai langkah sosialisasi LCC ke lingkungan sivitas akademika USM dan masyarakat umum. ”Kami juga terbuka bagi penyelenggaraan tes kemampuan bahasa Inggris, bagi mahasiswa perguruan tinggi lain,” ujarnya.

Sementra itu, Yogatama menambahkan, live streaming instagram akan dilakukan secara periodik, sebagai langkah LCC dalam memberikan layanan bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum.

”Silakan bertanya hal-hal yang berkaitan dengan LCC, bahasa, dan budaya. Silakan memberi masukan dan saran kepada kami, agar layanan kami makin baik,” tukasnya.

Riyan