KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – May Day atau memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 diisi dengan senam aerobik di lapangan drh Soepardi dan dialog dengan Bupati di rumah dinasnya. Semula direncanakan akan diisi dengan jalan santai, namun karena sejak pukul 07.00 diguyur hujan, akhirnya diganti senam massal.
Ribuan peserta berasal dari sejumlah organisasi pekerja. Diantaranya dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan Serikat Pekerja Nasional (SPN).
Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Magelang, Misbachul Munir, ketika diminta tanggapannya mengatakan, May Day sengaja tidak melakukan aksi demo. Pada May Day kali ini SPN mengirimkan 800 personel.
“Kami tidak mengadakan aksi, bisa memperkeruh suasana,” katanya.
Menurutnya, yang penting aspirasi bisa sampai ke Bupati. “Semoga dengan itikad baik buruh dan sistem perjuangan yang santun akan mendapat perhatian dari pemerintah,” harapnya.
Dijelaskan, 800 peserta May Day itu merupakan pekerja dari lima perusahaan. Yakni Pandatex, Usmantex, Johartex, Tata Lestari, dan Dayatama.
Dia berharap, Pemerintah hadir dalam persoalan perburuhan. Khususnya terkait persoalan perburuhan yang marak. Lebih khusus di sektor teksil, karena ada pemutusan hubungan kerja (PHK), maupun pailit.
“Pemerintah agar mau mengawal hak pekerja. Jangn sampai kehilangan pekerjaan, juga kehilangan hak untuk kelangsungan hidup,” tandasnya.
Dikatakan, kini beberapa perusahan dinyatakan pailit. Tapi pekerjanya belum mendapat haknya berupa pesangon. Imbasnya, mereka kehilangan pekerjaan maupun jaminan hari tua (JHT). “JHT belum bisa diambil karena perusahaan menunda penyetoran premi,” ujarnya.
Di sisi lain, selama ini dari Dinas Tenaga Kerja dinilai sekadar membantu. Memang sudah ada upaya-upaya. Tapi dinilai kurang maksimal.
Meski sempat diguyur hujan lebat, acara di Lapangan Sawitan itu berlangsung meriah. Hiburan musik dangdut menambah hidupnya suasana. Apalagi diselingi pembagian ratusan doorprize.
Eko Priyono













