blank
Wakil bupati jepara M. Ibnu Hajar dan Kepala Disperindag Kab. Jepara Anjar Jambire Widodo bersama ratusan pedagang, Rabu (29/4/2026). Foto : Diyan Ni'matus

JEPARA, (SUARABARU.ID)— Relokasi 1.354 pedagang dari Pasar Bangsri lama ke pasar baru berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan kirab pedagang yang diiringi drumband, reog, dan barongsai dari pasar lama pada Rabu, (29/4/2026).

Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan kegiatan tahtimul Quran sebagai bentuk doa bersama agar pasar baru membawa keberkahan. Selanjutnya, para pedagang mengikuti kirab dari pasar lama menuju pasar baru dengan iringan kesenian yang menambah semarak suasana. Setibanya di lokasi, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, pembagian doorprize dan pengajian umum yang diisi oleh KH Mahrus Ali dari Jepara.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang sekaligus Ketua Panitia Peresmian, Nur Kholis, mengungkapkan bahwa pembangunan pasar ini telah dimulai sejak tahun 2018, namun baru dapat diresmikan tahun ini karena berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembangunan.

“Pasar ini sudah dibangun sejak 2018, tapi alhamdulillah tahun 2026 ini bisa dibuka secara resmi dengan Luas pasar sekitar 2 hektare terdiri dari luas bangunan kurang lebih 800 meter persegi,” jelasnya.

blank
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar sampaikan sambutan dalam acara peresmian Pasar Bangsri yang baru, Rabu (29/4/2026). Foto: Diyan Ni’matus

Dalam wawancara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten jepara Anjar Jambore Widodo menyampaikan bahwa relokasi telah melalui sosialisasi dan diskusi bersama paguyuban pedagang. Penataan blok pasar dilakukan pada Maret, disusul pembagian kios hingga pertengahan April. “Dari total 1.354 pedagang, terdiri dari 838 pedagang kios dan 516 pedagang lapak, seluruhnya telah menempati lokasi baru tanpa kendala berarti,” ujarnya

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menegaskan bahwa Pasar Bangsri yang baru diharapkan bisa menjadi pasar percontohan di Kabupaten Jepara.

 

“Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, tetapi kita ingin menjadikannya sebagai pasar percontohan. Kebersihan, keamanan, dan ketertiban harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga telah menyediakan berbagai fasilitas seperti toilet, musala, dan masjid, serta akan melengkapi sarana pendukung seperti CCTV dan lampu penerangan.

Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh wakil bupati jepara Muhammad Ibnu Hajar sebagai simbol peresmian pasar baru sekaligus menandai dimulainya aktivitas perdagangan di tempat yang lebih representatif.

Dengan diresmikannya Pasar Bangsri Baru, diharapkan tercipta lingkungan perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang serta masyarakat Bangsri dan sekitarnya.

 

Hadepe – Diyan Ni’matus