blank
Upacara tradisi mengarak Tebu Pengantin dilaksanakan saat upacara musim giling di PG Mojo Sragen, Rabu (29/4/2026). Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID)– Tradisi selamatan giling dengan mengarak tebu pengantin dan wayang ruwatan digelar menandai dimulainya musim giling tebu tahun 2026 di Pabrik Gula (PG) Mojo, Sragen, Rabu (29/4/2026).

Sepasang tebu dinamai Bagus Damar Kuncoro dan Roro Madu Retno, diarak menuju Krepyak pabrik gula. Kegiatan yang diinisiasi PT Sinergi Gula Nusantara itu sekaligus menjadi upaya mendukung swasembada gula nasional.

General Manager PG Mojo Sragen Rohsudyanto mengatakan berdasarkan evaluasi tahun 2025, PG Mojo mencatat capaian tertinggi sepanjang sejarah dengan produksi tebu mencapai 4,4 juta kuintal dengan hasil produksi gula sekitar 27 ribu ton, sekaligus tertinggi di Jawa Tengah.

Dia menambahkan, untuk target giling tahun 2026 ditingkatkan menjadi 5 juta kuintal. “Kami optimistis target giling tahun 2026 ini tercapai,” tutur Rohsudyanto bersemangat.

Dikatakan tahun lalu terserap sekitar 570 tenaga kerja, mayoritas warga Sragen, dan akan terus ditingkatkan. Pengelolaan limbah juga diperkuat melalui kerja sama budidaya cacing dan Karang Taruna setempat dalam pengolahan kompos. “Sehingga hasilnya lebih optimal dan ramah lingkungan,” terangnya.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan Kabupaten Sragen mendapat alokasi program prioritas nasional untuk peningkatan produksi tebu melalui bongkar ratoon ( membongkar sisa tanaman tebu lama) dan perluasan lahan tebu seluas 1.670 hektare dengan total bantuan Rp23 miliar.

“Tetapi hingga saat ini, baru terealisasi 746 hektare, sehingga diperlukan percepatan agar target dapat terpenuhi tahun ini,” ujar Sigit.

Target produksi PG Mojo tahun ini. Tambah Sigit, tidak sekadar capaian, tetapi menjadi cerminan penguatan ekonomi masyarakat. “Peningkatan produksi tebu diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta menekan angka kemiskinan, khususnya di wilayah utara Sragen sebagai sentra tebu,” ujarnya.

Manajemen Distribusi

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sragen, H.Parwanto, menegaskan komitmen petani untuk mendukung pencapaian target produksi tahun ini, mengingat potensi tebu di Sragen yang dinilai melimpah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan manajemen distribusi tebu yang baik agar tidak terjadi antrean panjang saat proses giling.

“Kami para petani  berupaya maksimal selama satu tahun dengan biaya yang tidak kecil. Harapannya, hasil yang diperoleh juga sebanding. PG Mojo harus maju, petani juga harus sejahtera,” tandasnya.

Parwanto mengajak petani tebu menyukseskan giling 2026 sebagai bagian dari kontribusi menuju swasembada gula nasional,” tandasnya.

Musim giling tahun ini direncanakan berlangsung selama 170 hari, dimulai pada 9 Mei 2026, dengan harapan seluruh proses berjalan lancar dan memberikan hasil optimal bagi industri serta petani tebu.

Anind