JEPARA (SUARABARU.ID) – Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai Suluk Peradaban yang digagas oleh Yayasan Asta Parashima Nusantara Desa Blingoh, Jepara adalah sebuah aktivitas budaya yang baik dengan tujuan untuk memperkuat kerukunan lintas agama dan paradaban Jepara
Hal tersebut disampaikan Bupati Jepara dalam sambutan tertulis yang disampaikan Ketua Bappeda Karunatiti saat memberikan sambutan pada acara Suluk Peradaban Jepara #3 yang mengangkat tema Cinta Kasih sebagai Sumber Mata Air Peradaban.
Kegiatan yang berlangsung di GITJ Blingoh Betlehem Senin 27 April 2027 malam ini menghadirkan narasumber Camat Keling Lulut Andi Aryanto, Joko Setiyo Pendeta GITJ Blingoh, Aipda Yayang Ramadhan Babinkamtibmas Desa Kelet yang hadir mewakili Gus Farid Abbas serta pegiat budaya Jepara Hadi Priyanto.
Acara yang dipandu oleh Muhammad Nurchan ini dihadiri juga oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Asta Parashima Nusantara, H. Asrorudin serta sekitar 100 warga lintas agama dan pegiat budaya dari berbagai desa.

Menurut Bupati Jepara, cinta kasih dan kerukunan adalah fondasi dan identitas warga. “Jepara sejak lama telah menjadi laboratorium keberagaman yang alami. Kita mewarisi semangat kebhinekaan yang dihidupi oleh para pendahulu kita, dan tugas kita hari ini adalah memastikan “mata air” tersebut tetap jernih dan mengalir bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jepara sangat menyadari bahwa pembangunan fisik sehebat apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa adanya harmoni sosial. “Karena itu nilai religiusitas bukan sebagai ruang eksklusif hanya berlaku bagi pemeluknya sendiri, melainkan sebagai perekat yang memperkuat moralitas dan kerukunan antarwarga,” urainya.

Selain itu, komitmen Pemkab Jepara terhadap keberagaman dan pelestarian nilai luhur juga tercermin dalam beberapa capaian, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai angka 74,90. Ini didorong oleh akses layanan kesehatan dan pendidikan yang semakin inklusif bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang,”terangnya
Disamping itu untuk Fasilitasi Rumah Ibadah Pemkab Jepara telah menyalurkan hibah sebesar Rp7,195 Miliar untuk 933 unit tempat ibadah guna memastikan kenyamanan umat dalam menjalankan ibadahnya.
Jepara menurut Bupati juga telah mendapatkan Pengakuan Internasional. “Kita juga mendapatkan penghargaan “Indonesia Peaceful & Cultural Harmony Regency” dalam Wonderful Indonesia Impact Award. Ini sebagai bukti bahwa kerukunan di Jepara diakui secara nasional,” pungkasnya
Pada akhir acara, moderator dialog Muhammad Nurchan mengajak peserta untuk menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Tanah Air Beta. Juga doa Tanduk yang dipimpin oleh Miran. Pada awal acara peserta juga menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Hadepe













