blank
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat hadir di acara seminar literasi digital yang digelar GMPP Wonosobo. Foto : SB/dok Humas GMPP

WONOSOBO(SUARABARU.ID)– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menghadiri seminar nasional literasi digital di Kabupaten Wonosobo yang diikuti 2.200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, santri hingga komunitas masyarakat.


‎Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang berkembang melalui media sosial.

Dalam seminar yang diselenggarakan GKPP Wonosobo itu, menurutnya, masyarakat harus mampu memilah dan memverifikasi setiap informasi sebelum menyebarkannya.

‎“Perkembangan teknologi informasi tidak bisa kita hindari. Karena itu, masyarakat harus cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial,” tegas dia.

“Jangan mudah percaya, apalagi langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

‎Ia menyoroti maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga informasi yang menyesatkan yang kerap muncul akibat rendahnya literasi digital.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat memicu keresahan sosial hingga perpecahan di tengah masyarakat.

‎“Banyak kasus di mana informasi lama atau kejadian di daerah lain disebarkan kembali seolah-olah terjadi saat ini dan di wilayah kita. Ini tentu menyesatkan dan bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Ahmad Luthfi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif menciptakan konten positif yang memberikan manfaat serta mendorong optimisme.

Perkuat Persatuan

blank
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan di acara seminar literasi digital yang digelar GMPP Wonosobo. Foto : SB/dok Humas GMPP


‎“Kita harus mulai mengisi ruang digital dengan hal-hal yang baik, yang menyejukkan, dan yang mendorong kemajuan. Media sosial harus menjadi alat untuk memperkuat persatuan, bukan sebaliknya,” katanya.

‎Sementara itu, Koordinator Nasional Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP), Mantep Abdul Ghoni, selaku inisiator kegiatan menyebutkan bahwa seminar ini dihadiri lebih dari 2.200 peserta, jauh melampaui target awal sekitar 1.000 orang.

‎“Antusiasme masyarakat Wonosobo luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya literasi digital semakin meningkat,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan berbagai komunitas, termasuk grup WhatsApp lokal yang selama ini menjadi salah satu kanal utama penyebaran informasi di masyarakat.

‎Menurutnya, seminar ini bertujuan membantu pemerintah dalam memperkuat ekosistem informasi yang sehat dengan mendorong penyebaran konten positif dan berimbang.

‎“Kita bukan anti kritik, tetapi informasi yang beredar juga harus berimbang. Hal-hal positif tentang pembangunan perlu disampaikan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh,” katanya.

‎Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber nasional, salah satunya jurnalis senior Hersubeno Arief, yang memaparkan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas informasi publik di era digital.

‎Melalui seminar ini, diharapkan masyarakat semakin cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal produktif demi kemajuan daerah dan bangsa.

Muharno Zarka