blank
Rumini bersama Wakil Menteri HAM Mugiyanto dan Bupati Jepara Witiarso Utomo. Foto: Dian Ardiyansyah

JEPARA (SUARABARU.ID) – Rumini  tak menyangka jika akan bisa bertemu secara langsung dan berbicara cukup lama  dengan Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, tokoh yang sangat di kagumi. Pertemuan itu berlangsung saat ia bersama anggota Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara memandu demo Pelajar Mengukir  yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Kartini di halaman belakang Pendapa Kabupaten Jepara,  Selasa 21 April 2026. Ia membimbing siswa   bersama Sri Maryati, Sulistiyani, Muskamah, Ama Rahmawati dan Nur Hidayah,

“Saat saya tengah asyik memandu siswi SMKN 2 Jepara mengukir, tiba-tiba saya mendengar nama saya disebut. Mbak Rumini mana?….  Saya pun menengok ke arah sumber suara. Saya sungguh terkejut, ternyata itu suara Pak Wamen yang datang bersama Pak Bupati Witiarso Utomo dan rombongan,” kenang juara ukir kategori perempuan tingkat Kabupaten Jepara  tahun 2024 ini.

blank
Rumini, Wamen HAM Mugiyanto dan Bupati Jepara Witiarso Utomo. Foto: Umar Muslim

Saya kemudian berdiri dan mendekat sebab jarak  lebih sari 5 meter. “Saya kemudian menjabat tangan beliau. Dan beliau kemudian menarik saya kesampingnya dan memperkenalkan saya kepada puluhan  wartawan  dan rombongan,” ujar Rumini.  “Ini Bu Rumini yang karyanya ada di ruang kerja saya di Jakarta,” tutur  Rumini menirukan ucapan Wamen HAM.

Mendapatkan pengakuan itu Rumini mengaku sangat bangga dan merasa harga dirinya sebagai pengukir seakan  melambung tinggi angkasa. “Saya sungguh  tidak menyangka Pak Wamen HAM  begitu menghargai karya pengukir seperti saya  saya,” ujar pengukir perempuan yang tahun 2025 lalu mendapatkan anugerah sebagai pelestari ukir dari Bupati Jepara. Pada tahun yang sama Rumini juga meraih Kartini Award untuk kategori Perempuan Pelestari Seni Ukir

blank
Wamen HAM RI, Mugiyanto yang ternyata masih “kewes” mengukir. Foto: Ferdi

Kemudian saya mengajak beliau untuk natah. Ketika beliau mencoba mengukir ternyata tangganya masih sangat  luwes. Saya pun berkomentar ternyata  Bapak masih “kewes” ya ngukirnya. “Beliau langsung menjawab bahwa kangen dengan kata kewes yang hanya ada di Jepara. Sebab  di  Jakarta kosa kata itu  tidak  ada,” ujar Rumini.

Menurut Rumini 15 menit  Mas Mugi natah dan disela sela itu  ia dengan ramah menjawab pertanyaan.  “Saat saya tanya kapan terakhir mengukir, dengan tertawa beliau manjawab,  saat kuliah di Yogyakarta. Bahkan sampai saat ini pahat masih disimpan di Jakarta,” ujar Rumini menirukan jawaban Wamen HAM RI.

blank
Karya Rumini yang menghiasi ruang Menteri HAM RI, Mugiyanto. Foto: Dok

Menghargai Karya Pengukir Pinggiran

“Jujur kami tidak tahu kalau beliau akan hadir. Sebab informasi dari Disparbud,  demo mengukir itu hanya dihadiri oleh para pejabat dari Kementerian Kebudayaan, Namun ternyata Pak Mugiyanto juga datang. Bahkan sudah ada di depan kami,” ujar Rumini yang mengaku sangat kagum kepada Wamen HAM Mugiyanto.

blank
Rumini, Sri Maryati, Sulistiyani, Muskamah, Ama Rahmawati dan Nur Hidayah bersama Tika, Staf Disparbud Jepara. Foto: Dok

“Bukan saja karena Wakil Menteri HAM  ini kelahiran Jepara dan  mengukir untuk mendapatkan uang saku  saat SMA, tetapi beliau  telah berkenan membeli karya  ukir motif Lada Hitam ukuran 60 x 120 cm yang saya dikerjakan selama 2 minggu,” ungkap Rumini

“Tidak hanya itu, di bawah ukiran  tersebut ditulis bahwa ukiran Lada Hitam itu karya saya. Juga ada tulisan tentang prestasi saya,”  ujar Rumini, Ketua Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini. Ia mengaku mendapatkan foto tersebut dari Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto yang berkunjung ke kantor Kementerian HAM.

“Tidak hanya foto, Pak Hadi juga  kemudian menelepon saya. Ternyata yang berbicara di ujung telepon adalah Pak Wakil Menteri HAM. Beliau minta saya dan teman-teman untuk  tetap semangat menjaga budaya Jepara,” kenang Rumini.

Itu salah satu yang memotivasi saya untuk terus mengabdikan diri pada pelastarian seni ukir bersama Yayasan Pelestari Ukir Jepara, tambahnya. Juga perhatian pak Bupati dan Ibu Ketua Dekranasda serta para pejabat dilingkungan Pemkab Jepara, pungkasnya

Hadepe