SEMARANG (SUARABARU.ID)– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pilus Universitas Semarang (USM), menggelar kegiatan pelatihan Peer Counselor, dengan tema ‘Love or Trap: Salah Hubungan Bisa Merusak Masa Depan’, pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof Ir Joetata Hardiwardja, Gedung V Lantai 6 itu, diikuti 44 mahasiswa. Mereka sangat antusias untuk memahami pentingnya relasi sehat, serta peran konselor sebaya.
Acara menghadirkan narasumber Dosen Psikologi USM, Iis Amalia SPsi MPsi Psikolog. Dalam paparannya, Amalia membahas dinamika hubungan di usia muda, serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan masa depan.
BACA JUGA: Dosen USM Berikan Literasi Digital Berbasis Gender
Ketua pelaksana kegiatan, Rosita mengatakan, pelatihan itu merupakan bentuk kepedulian UKM Pilus, terhadap meningkatnya permasalahan relasi di kalangan mahasiswa. Tujuan pelatihan ini, untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam memberikan dukungan sebagai peer counselor di lingkungan kampus.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada teman-teman mahasiswa, agar lebih bijak dalam menjalin hubungan. Selain itu, mampu menjadi pendengar dan pendamping bagi teman sebayanya, yang sedang menghadapi masalah,” ujarnya.
Dia menambahkan, konsep peer counselor dinilai efektif, karena mahasiswa cenderung lebih nyaman berbagi cerita dengan teman sebayanya, dibandingkan dengan pihak lain.
BACA JUGA: Hendi Berikan Kuliah Praktisi ke Mahasiswa Magister Manajemen USM

Sementara itu, Kepala Subbagian Kemahasiaswaan, Sudarmono SE MM menyebutkan, kegiatan itu sangat penting untuk diikuti. Sebab, kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan karakter mahasiswa dan kampus, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan kepribadian dan kesehatan mental mahasiswa.
”Kegiatan seperti ini sangat positif, karena memberikan bekal kepada mahasiswa untuk saling peduli, dan menciptakan lingkungan kampus yang sehat secara psikologis,” ungkap dia lagi.
Dia berharap, peserta pelatihan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.
BACA JUGA: Tim USM LCC Kunjungi PT Donlim Technology Indonesia
Selain mendapatkan materi, peserta juga memperoleh berbagai manfaat seperti e-sertifikat, ilmu pengetahuan, jaringan relasi, konsumsi, dan suvenir.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah nyata UKM Pilus, dalam mewujudkan kampus yang lebih peduli terhadap isu kesehatan mental dan hubungan interpersonal.
”Kami berharap, dengan terselenggaranya pelatihan ini, semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran akan pentingnya relasi sehat, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Riyan













