blank
Pelaksanaan Muscab DPC PKB Kabupaten Wonosobo yang digelar di Hotel Horison. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Wonosobo, yang digelar di Hotel Horison Jl Raya Dieng Tambi Kejajar, Minggu (19/4/2026) sore, berhasil menjaring 5 nama kader untuk diajukan ke DPP PKB sebagai calon Ketua DPC PKB Wonosobo periode 2026-2031.

Kelima kader yang diusulkan peserta Muscab DPC PKB, yakni Amir Husein (Bendahara DPC PKB dan kini menjabat Wakil Bupati Wonosobo), Ahmad Faqih (Sekretaris DPC PKB dan Wakil Ketua DPRD Wonosobo).

Selain itu, juga ada nama Amiroh Zaitun (tokoh PKB dan mantan anggota F-KB DPRD Wonosobo), Suwondo Yudhistiro (Wakil Ketua DPC PKB dan Ketua Komisi D DPRD) dan Hasan Asy’ari (Wakil Ketua DPC PKB dan mantan anggota DPRD Wonosobo dan DPRD Jateng).

Selanjutnya, kelima nama tersebut akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilakukan DPP PKB. UKK digelar untuk mengetahui kapasitas dan integritas calon Ketua DPC PKB Wonosobo. Pelaksanaan UKK meliputi test psikologi dari tim psikolog independen dan wawancara oleh tim khusus DPP PKB.

Ketua DPW PKB Jateng Sarif Abdillah menyebut road show Muscab DPC PKB di Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah ini merupakan program konsolidasi internal untuk penguatan struktur partai. Muscab DPC PKB se-Jawa Tengah dimulai sejak Rabu (15/4) hingga Senin (20/4/2026), besok.

“Muscab DPC PKB Wonosobo ini sudah di hari kelima. Besok Selasa, 20 April 2026, merupakan jadwal Muscab DPC PKB terakhir. Muscab DPC PKB saat ini tidak langsung melakukan pemilihan Ketua DPC PKB tapi mengajukan usulan nama calon ke DPP PKB. Jadi Muscab DPC PKB sekadar mengusulkan kader-kader partai yang potensial,” katanya.

Menurut Sarif, kader PKB yang terjaring melalui Muscab DPC PKB harus benar-benar memiliki kapasitas, kapabilitas, kemampuan berkomunikasi dengan publik, punya network luas dan mempunyai kecakapan melakukan tata kelola pemerintahan serta organisasi partai.

“Skill itu yang kita tampilkan dulu. Kita dorong DPC PKB Kabupaten/Kota mengusulkan kader partai terbaik dan potensial. Minimal 3 kader bahkan bisa hingga 10 kader terbaik. Setelah itu, mereka wajib mengikuti UKK secara bertahap yang akan diselenggarakan oleh DPP PKB,” jelasnya.

Tiga Prinsip

blank
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah. Foto : SB/Muharno Zarka

Setelah semua proses selesai, lanjut Sarif, DPP PKB akan menentukan calon Ketua DPC PKB terpilih sesuai hasil UKK yang telah diikuti. Penentuan Ketua DPC PKB terpilih dilakukan pada bulan Juni 2026 mendatang.

“Setelah itu, baru digelar pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten/Kota secara serentak di seluruh Indonesia di Jakarta. Pengukuhan pengurus DPC PKB dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Muskercab Kabupaten/Kota masing-masing,” paparnya.

Dikatakan Sarif, setelah kepengurusan terbentuk, baik di jajaran Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz, semua harus kompak dan bekerjasama. Karena di PKB itu tidak ada supermen tapi yang ada adalah superteam.

Dalam menata langkah PKB ke depan, dibutuhkan strategi dan komitmen perjuangan yang termanifestasikan dalam tiga hal. Pertama, harus ada sinergitas total antara PKB-NU. PKB harus mengimplementasikan secara nyata hubungan NU dan PKB sebagaimana dirumuskan terdahulu bersifat historis, kultural dan aspiratif.

“Itu artinya bahwa PKB dan NU mengakui hubungan kesejarahan di antara keduanya. Di mana PKB dibentuk dan dibidani kelahirannya oleh PBNU. PKB juga mewakili kekhasan kultural NU di mana ajaran ahlussunnah wal jama’ah menjadi karakter dasarnya,” tegas Sarif.

Kedua, lanjutnya, pengurus baru harus merangkul kembali tokoh-tokoh PKB yang dulu pernah berkiprah, baik dari generasi awal sampai generasi terkini, terlepas dari apapun. Hal ini harus dilakukan mengingat para tokoh pendahulu ini juga memiliki jasa yang besar dalam mengembangkan PKB.

Maka dari itu, lanjut Sarif, pengurus PKB harus meluaskan hati dan melapangkan maaf untuk kembali bersama-sama menatap masa depan PKB yang semakin bermanfaat bagi kemaslahatan ummat.

“Ketiga, membentuk dan memperluas jaringan pendidikan politik baru di kalangan pemilih Gen Z. PKB harus juga menyusun grand design sistem kaderisasi partai yang diseusaikan dengan kecenderungan alam bawah sadar dan pelibatan peran Gen Z dalam politik,” paparnya.

 

Muharno Zarka