JEPARA (SUARABARU.ID) — Rangkaian Pra Festival Memeden Gadu #17 telah digelar pada 18–20 April 2026 di Sanggar GAMAPETRA, Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Kegiatan ini menjadi pembuka sekaligus penguat nilai budaya menjelang pelaksanaan Festival Memeden Gadu #17 yang akan berlangsung pada 21–25 Mei 2026 mendatang.
Pra festival menghadirkan tiga agenda utama, yakni pentas wayang remaja, sarasehan budaya, serta pentas karawitan perempuan. Ketiga kegiatan ini menjadi ruang awal untuk menghidupkan kembali semangat kolektif masyarakat dalam merawat tradisi Memeden Gadu.
Pada hari pertama, Sabtu (18/4), pentas wayang remaja menjadi panggung ekspresi generasi muda dalam mengenal dan menafsirkan nilai-nilai budaya lokal. Dilanjutkan pada Minggu (19/4), sarasehan budaya mengangkat tema Warisan Budaya Tak Benda dan Masa Depan Memeden Gadu, yang mempertemukan pegiat budaya, masyarakat, dan generasi muda dalam dialog terbuka mengenai keberlanjutan tradisi. Rangkaian pra festival ditutup pada Senin (20/4) melalui pentas karawitan perempuan yang menegaskan peran perempuan dalam menjaga dan menghidupkan seni tradisi di tingkat komunitas.
Konseptor kegiatan, Den Hasan, menyampaikan bahwa pra festival ini bukan sekadar agenda pembuka, melainkan bagian penting dalam membangun kesadaran bersama sebelum memasuki perayaan utama. Menurutnya, Memeden Gadu tidak hanya dikenal melalui tari kolosal dan tumpeng raksasa, tetapi juga menyimpan pengetahuan budaya dan ekologis yang perlu terus digali.
“Pra festival ini menjadi pijakan awal. Dari sini kita menguatkan pemahaman, sebelum masuk ke rangkaian utama yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat,” ujarnya.
Pada pelaksanaan festival utama nantinya, panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan yang lebih mendalam, di antaranya diskusi budaya dan penggalian pengetahuan ekologis perempuan, lokakarya memeden berbasis pengetahuan perempuan, lokakarya kuliner tradisional dan ketahanan pangan, hingga pelaksanaan ritual Memeden Gadu dan sedekah bumi.
Selain itu, penguatan seni tradisi oleh perempuan serta dokumentasi pengetahuan budaya juga menjadi bagian penting dalam rangkaian festival tahun ini. Kegiatan tersebut akan melibatkan pelajar, seniman, kelompok perempuan tani, serta masyarakat umum sebagai upaya memperluas partisipasi publik.
Melalui rangkaian Pra Festival hingga puncak kegiatan di bulan Mei, Festival Memeden Gadu #17 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga ruang belajar bersama dalam merawat tradisi, memperkuat peran perempuan, serta menjaga keberlanjutan hubungan antara manusia dan alam.
Septiana W. – Den Hasan













