WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Sejumlah siswa dan guru SMP Negeri 1 Wonosobo melakukan sosialisasi program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di 10 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di wilayah Kecamatan Wonosobo, Rabu (15/4/2026).
Ke-10 SD Negeri dan Swasta yang jadi sasaran program sosialisasi SSK dari SMP Negeri 1 Wonosobo adalah, SDN 1, SDN 2, SDN 5, SDN 8, SDN 10 Wonosobo, SDN Kramatan, SDN Pagerkukuh, SD Muhammadiyah Sudagaran, SD Kristen dan SD Al Madina.
Kepala SMP Negeri 1 Wonosobo, Kuwat, SPd mengatakan tujuan sosialisasi program SSK yakni memberikan pemahaman tentang penyelenggaraan program SSK.
“Selain itu juga mengajak sekolah sasaran untuk meyelenggarakan SSK dan berbagi praktik baik penyelenggaraan SSK yang telah dilaksanakan,” katanya.
Menurut Kuwat, program SSK merupakan kegiatan dari BKKBN melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo yang mengajak sekolah mejadi pusat edukasi kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke siswa.
“Melalui program SSK, SMP Negeri 1 Wonosobo berupaya memberikan pemahaman sejak dini perihal masalah kependudukan dan pembangunan keluarga. Seperti ledakan jumlah penduduk, pencegahan pernikahan dini, penanganan kasus stunting dan bonus demografi,” tegasnya.
Kegiatan Ekstrakurikuler

Program SSK di SMP Negeri 1 Wonosobo, lanjutnya, juga diintegrasikan ke materi mata pelajaran. Misalnya materi kependudukan masuk ke mata pelajaran IPS, Biologi, PPKn, Bimbingan Konseling dan tidak menjadi mata pelajaran terpisah.
“Program SKK juga diimplementasikan melalui Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) yang bisa menjadi wadah curhat dan edukasi kesehatan reproduksi remaja di sekolah. Mencegah tiga risiko remaja, yakni pernikahan dini, seks bebas dan NAPZA,” terang Kuwat.
Adapun kegiatan di program SSK lainnya bisa berupa pojok kependudukan. Sudut literasi kependudukan di perpustakaan sekolah. Literasi tersebut berisi data, poster, buku soal kependudukan. Saka Kencana atau Pramuka minat khusus keluarga berencana yang aktif mengkampanyekan Genre.
“Program SSK lain di SMP Negeri 1 Wonosobo diwujudkan lewat kegiatan intrakurikuler. Materi bangga kencana diintegrasikan melalui mata pelajaran pada materi pembelajaran yang relevan dengan mata pelajaran yang ada,” tambahnya.
Dalam kegiatan ko-kurikuler, lanjut Kuwat, diintegrasikan melalui pembiasaan bangun pagi, makan bergizi, giat olahraga untuk kesehatan dan istirahat tidak terlalu malam. Semua itu demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan cerdas.
“Sedangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler diintegrasikan melalui ekskul palang merah remaja (PMR), Pramuka dan jurnalistik. Bekal dari program SSK ini diharapkan jadi modal anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Muharno Zarka













