JEPARA – (SUARABARU.ID) — Roadshow Workshop Kentrung yang digelar oleh Sekolah Rakyat Kentrung Jepara (SRKJ) kembali berlanjut ke titik ke-16 dengan menyasar wilayah kepulauan. Kegiatan bertajuk “Ajari Gurunya, Lombakan Muridnya” ini berlangsung pada 3–5 April 2026 di Kecamatan Karimunjawa.
Kegiatan tersebut melibatkan tim berjumlah 15 personel dari Yayasan Jungpara yang dikomandani oleh Sarjono. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Maestro Kentrung Mbah Parmo, Arif Sunarwan, Fahmi Bajuri, serta Roychan.
Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Dana Indonesiana—LPDP Kementerian, sekaligus upaya pelestarian dan regenerasi Seni Tradisi Kentrung Jepara. Selain itu, workshop ini juga ditujukan untuk mendampingi para guru SD hingga SMP agar mampu menyalurkan bakat siswa melalui ajang Lomba Kentrung Pelajar Jepara.

Menurut Aminan Basyari, salahs satu tim pemateri, dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teknik bermain kentrung dengan alat utama terbang atau rebana (anut dan bass-banjari), simulasi bertutur cerita dan penulisan sastra lisan dalam tiga babak—senggakan, tunggal, dan parikan—hingga sesi apresiasi dan kolaborasi perform.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Para guru perwakilan SD dan SMP di Karimunjawa mengikuti workshop dengan penuh semangat dan suasana keakraban, sekaligus mempererat silaturahmi antarpendidik dan pelaku seni.
Program ini sebelumnya telah digelar di 15 kecamatan lain di Jepara pada Februari lalu. Tantangan yang dihadapi saat ini, menurut penyelenggara, adalah bagaimana memanfaatkan perkembangan media publikasi untuk memperluas jangkauan kentrung melalui konten kreatif yang lebih variatif dan relevan dengan generasi muda.
Selain itu, kebutuhan akan dukungan alat terbang (rebana) dan kesempatan tampil menjadi faktor penting dalam mendorong eksistensi kentrung sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) kebanggaan Jepara.
Dorongan tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Jepara yang berupaya menghadirkan pertunjukan kolosal “Sewu Kentrung” dalam skala besar sebagai bentuk penguatan identitas budaya daerah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, akan digelar Lomba Kentrung Pelajar Jepara melalui seleksi video per kecamatan. Dari hasil seleksi tersebut akan dipilih 16 peserta tingkat SD dan 10 peserta tingkat SMP untuk tampil dalam final secara langsung di Gedung Wanita Jepara pada 2 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, tim juga menyambangi Pendopo Budaya Jatikerep dan berdialog dengan sejumlah seniman, di antaranya Babahe Widya Leksono, Oscar, Bang Jack Karimun, serta Atik, guna memperkuat jejaring dan kolaborasi seni di wilayah kepulauan.
Septiana W.













