TEGAL (SUARABARU.ID) –
TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) menggandeng FKS Group dalam upaya memperkuat kemandirian masyarakat pesisir melalui pelatihan olahan hasil laut dan kedelai.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, mendorong nilai tambah produk lokal, serta membuka peluang ekonomi
berkelanjutan di wilayah pesisir.
Komandan Pusteral Laksma A. Agung Pryo Suseno menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam memberdayakan masyarakat pesisir.
TNI Angkatan Laut tidak hanya berfokus pada pertahanan wilayah maritim, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Melalui kolaborasi ini, kami mendorong masyarakat agar mampu mengolah potensi hasil laut dan kedelai secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus ketahanan wilayah,” ujar
Laksma A. Agung.
Program ini kata Laksma A. Agung merupakan bagian dari Sosialisasi Pengolahan Hasil Laut TA 2026 sebagai implementasi pembinaan potensi maritim (Binpotmar).
Pelatihan dilaksanakan di Lanal Cilacap
pada 7 April 2026 dan dilanjutkan di Lanal Tegal pada 9 April 2026, dengan melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM dan masyarakat pesisir.
Pelatihan mencakup pembekalan teori dan praktik, mulai dari demo masak, teknik pengolahan hasil laut, hingga pengembangan produk turunan kedelai sebagai alternatif sumber protein dan
peluang usaha baru.
Program ini juga turut mendukung upaya penanganan stunting melalui edukasi
pangan bergizi berbasis bahan lokal.
VP of ESG FKS Group Beatrice Susanto, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian
dari komitmen ESG perusahaan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program FKS Empower.
“Melalui FKS Empower, kami berfokus pada penguatan kapasitas UMKM agar mampu menciptakan produk bernilai tambah dan berdaya saing. Kolaborasi dengan TNI AL memungkinkan kami menjangkau masyarakat pesisir secara lebih luas dengan pelatihan yang aplikatif dan berdampak langsung,” ujar Beatrice.
FKS Group juga mendorong para peserta untuk terus berinovasi dengan menjaga kualitas, nilai gizi, serta relevansi produk terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang. Salah satu peserta UMKM di Tegal menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru dalam pengembangan usaha.
“Selama ini kami menjual hasil laut secara sederhana, dan tempe hanya dalam bentuk biasa. Dari pelatihan ini, kami jadi tahu cara membuat produk yang lebih variatif dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Ini sangat membantu kami untuk meningkatkan
penghasilan,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM lokal serta memperkuat ekosistem
ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, Laksma A. Agung menyampaikan apresiasi atas kolaborasi.
“Kami mengapresiasikan kolaborasi strategis bersama FKS Group dalam mendorong pemberdayaan
masyarakat pesisir. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi nasional, serta diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai wilayah,” ujar Laksma A. Agung.
FKS Group merupakan perusahaan global terdepan di Asia Tenggara yang bergerak di bidang pangan dan pakan
ternak dengan model bisnis ‘farm-to-plate’ yang terintegrasi melalui jaringan rantai pasokan global dari sisi perkebunan, perdagangan, logistik, pemrosesan, hingga distribusi, dengan dukungan kuat di bidang infrastruktur dan properti untuk mendukung komitmen Perusahaan dalam ketersediaan produk berkualitas tinggi dengan nilai tambah secara berkelanjutan.
Isno













