blank
Meilinda, S.S., MTC SOL saat menyampaikan topik “Chinese Culture Beyond Borders: Local Identity in a Global World.”. Foto: Uswaa

JEPARA (SUARABARU.ID)  — Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melalui UPT Layanan Internasional sukses menyelenggarakan kegiatan GLOCAL: Global-Local Dialogue Series 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dan VooV. Mengusung tema “Cultural Heritage as a Foundation for Global Presence,” kegiatan ini menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan perspektif global dan lokal dalam satu ruang dialog yang inspiratif dan kolaboratif.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta peserta dari berbagai latar belakang, baik nasional maupun internasional. Kehadiran tiga narasumber dari berbagai negara semakin memperkaya diskusi, yaitu Meilinda, S.S., MTC SOL dari Fujian Polytechnic Normal University, China; Assoc. Prof. Dr. Tubagus Achmad Darodjat, M.Pd. dari Rajamangala University of Technology Krungthep, Thailand; serta Dr. Yusi Rahmawati, M.Pd. dari Politeknik Bumi Akpelni Semarang.

blank
Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melalui UPT Layanan Internasional sukses menyelenggarakan kegiatan GLOCAL: Global-Local Dialogue Series 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dan VooV.

Dalam sambutannya, Kepala UPT Layanan Internasional UNISNU Jepara, Aprilia  Riyana Putri, M.Pd.  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam membangun kesadaran global yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

“Di era dunia yang semakin terhubung, hubungan antara global dan lokal bukan lagi sebuah kontradiksi, melainkan sebuah kolaborasi. Warisan budaya yang berakar kuat pada identitas lokal memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi dalam membangun pengakuan dan keterlibatan global.”

Ia juga menegaskan bahwa melalui forum ini, peserta diajak untuk mengeksplorasi bagaimana kearifan lokal, tradisi, dan ekspresi budaya dapat melampaui batas geografis serta berkontribusi dalam diskursus global, inovasi, dan keberlanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran akademik, tetapi juga wadah kolaborasi, refleksi, dan inspirasi bagi seluruh peserta.

blank
Narasumber dan peserta seminar

Memasuki sesi inti, pemaparan materi pertama disampaikan oleh Meilinda, S.S., MTC SOL dengan topik “Chinese Culture Beyond Borders: Local Identity in a Global World.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

Sesi berikutnya diisi oleh Assoc. Prof. Dr. Tubagus Achmad Darodjat, M.Pd. dengan materi “Thai Culinary Identity & Global Engagement.” Ia mengangkat bagaimana kuliner dapat menjadi representasi budaya yang efektif dalam membangun keterlibatan global serta memperkuat identitas bangsa di kancah internasional.

Selanjutnya, Dr. Yusi Rahmawati, M.Pd. menyampaikan materi ketiga bertajuk “From Jepara’s Coastal Heritage to Global Maritime Tourism.” Materi ini menyoroti potensi besar warisan pesisir Jepara sebagai kekuatan strategis dalam pengembangan pariwisata maritim yang mampu bersaing di tingkat global.

blank

Setiap sesi materi diikuti dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya partisipasi dalam menyampaikan pertanyaan maupun pandangan, sehingga menciptakan suasana dialog yang dinamis dan konstruktif.

Melalui penyelenggaraan GLOCAL Dialogue Series 2026, UNISNU Jepara kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring internasional serta mendorong integrasi nilai-nilai lokal dalam perspektif global.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai platform strategis dalam mengembangkan wawasan global generasi muda tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam percaturan dunia internasional.

Hadepe – Uswaa