SEMARANG (SUARABARU.ID)– Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi), mengajak warga Nahdliyyin untuk berkhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU), dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.
”Kalau terjadi perbedaan atau masalah apapun di NU, mulai dari PBNU, Wilayah, Cabang sampai Ranting, Anak Ranting, diselesaikan dengan baik. Jangan sampai mengorbankan jam’iyyah atau organisasi. Ingat, akhlak yang diajarkan para pendiri NU,” tegasnya.
Gus Fahmi menyampaikan hal itu, saat menyampaikan tausiah halal bihalal Keluarga Besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, di auditorium Kantor PCNU, Jalan Puspogiwang I No 47 Semarang, belum lama ini.
BACA JUGA: Naga Ulung Bawa Pulang Lima Emas, Lanjut Tiga Event Usai Lebaran
Dalam acara halal bihalal ini, juga dihadiri Wakil Ketua PWNU Jateng KH Kholison, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua PCNU Dr KH Anasom M Hum, Mustasyar Dr KH Moeslikhan, para Ketua Badan Otonom (Banom) Lembaga dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan se-Kota Semarang.
Gus Fahmi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, kemudian mengutip kata-kata KH M Hasyim Asy’ari yang sangat populer. “Sapa kang gelem ngurusi/ngerumat NU, tak anggep santriku. Sapa kang dadi santriku, tak dongakna husnul khatimah sak dzurriyate (Siapa yang mau ngurusi NU akan dianggap sebagai santriku, dan siapa yang jadi santriku, kudoakan husnul khatimah sekeluarganya)”.
Tentang kegaduhan yang terjadi di PBNU belum lama ini, Gus Fahmi mencontohkan zaman KH Hasyim Asy’ari, yang juga pernah terjadi perbedaan pendapat soal kentongan, soal 1 Syawal dan lain-lain.
BACA JUGA: Jamaah Raudhah 72, Memupuk Istiqomah Pasca Ramadan
Tetapi perbedaan itu berhasil diselesaikan dengan baik, dan tidak menimbulkan kerusakan organisasi. ”Kalau sudah berbeda, jangan dipaksakan sama. Sebaliknya, kalau yang sudah sama, jangan dipaksa berbeda,” imbuhnya.
Gus Fahmi pada kesempatan itu juga berkesempatan meng-ijazahkan wiris istighatsah KH M Hasyim Ay’ari, agar diamalkan dalam bebagai kegiatan NU. Selama di Semarang, Gus Fahmi juga melakukan halal bihalal dengan Keluarga Besar Alumni Santri Ponpes Tebu Ireng (Ikapette) Jombang.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Ir H Iswar Aminuddin MT menyampaikan apresiasi, atas partisipasi aktif warga NU, dalam pengembangan Kota Semarang.
Pembangunan Kantor PCNU menjadi lima lantai ini pun, antara lain berasal dari urunan warga NU, dan bantuan hibah pemerintah, mulai Wali Kota H Hendrar Prihadi, Hevearita Gunaryanti Rahayu dan diresmikan Agustina Wilujeng.
Riyan












