blank
Jamaah Raudhah 72 pada hari Minggu tanggal 5 April 2026 menyelenggarakan Halalbihalal di Kedai Owel Kecamatan Welahan.. Foto: Gus Altrie

JEPARA (SUARABARU.ID) – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Jepara angkatan tahun 2024 membentuk komunitas baru dengan nama Jamaah Raudhah 72. Komunitas ini pada hari Minggu tanggal 5 April 2026 menyelenggarakan Halalbihalal di Kedai Owel Kecamatan Welahan. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih  55 jamaah. Sebagian ada yang berhalangan karena bersamaan dengan kegiatan lainnya dan sebagian lagi ada yang masih sakit.

Pada halalbihalal tahun ini mengambil tema “merajut silaturahmi menguatkan harmoni” dengan harapan setiap anggota hadir semua sehingga saling ramah tamah, senda gurau, berbagi cerita akan mempererat persaudaraan dan tentu saja saling menguatkan dalam keislaman dan keimanan.

Harapan ini sejalan dengan isi tausiyah yang disampaikan oleh ustadz Aries Bastian selaku pembimbing haji dan umrah jamaah  tahun 2024. Di awal  penyampaian tausiyahnya, Ustadz Aries kembali mengingatkan makna bacaan talbiyah sembari menggugah ingatkan jamaah saat dulu memakai pakaian ihram.

blank

Terlihat jamaah mulai khusuk menunduk seperti terhipnotis, antara bahagia dan haru, ingat alur mundur saat menapakkan kaki untuk pertama kali di kota Makkah dan Madinah.

“Seperti pasca Ibadah Haji dan Umrah, kita harus mampu menyambung kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita lakukan di Makkah dan Madinah saat sudah berada di rumah, demikian pula ketika Ramadan sudah usai, kita harus berusaha menjaga kebaikan amal-amal ibadah yang kita lakukan meskipun di luar Ramadan” demikian nasehat ustadz Aries.

Menjaga amal-amal kebaikan inilah yang disebut dengan istiqomah. Dan setiap hamba harus menjadi diri yang istiqomah, sungguh-sungguh menjaga amal perbuatan, ibadah dan kebaikan serta menjauhi keburukan. Tetap laksanakan puasa sunnah sebagai implementasi puasa yang sudah kita jalani 30 hari penuh. “Tilawah Al Qur’an, sedekah, qiyamul lail jangan kita tinggalkan. Lalu sampai kapan? pertanyaan Ustadz Aries. Ya…sampai titik kematian, sambungnya

 

Ustadz Aries menyampaikan juga bagaimana supaya mati dalam keadaan Islam, yaitu dengan cara  menjaga amal-amal Islam, berusaha pembiasaan Islam maka Insya Allah kita akan mati dalam keadaan Islam.

Ia menegaskan, menjaga memang butuh perjuangan, menjaga perkataan, menjaga perbuatan dan tanggung jawab menjaga diri dalam kebaikan, ini keharusan agar kita tetap dalam karidor mabrur. “Karena sangat berat dalam penjagaan ini maka balasan yang diberikan oleh Allah Swt adalah penghapusan dosa dan menjadi penghuni surga,” lanjut ustadz Aries.

Selanjutnya ustadz Aries menuturkan  ada pelajaran yang bisa menjadi motivasi semangat kita dalam menjaga kebaikan yaitu kalimat-kalimat dari  Ulama Besar Hasan Al Basri. “Sesungguhnya balasan dari setiap kebaikan adalah kebaikan sesudahnya dan sesungguhnya balasan amal keburukan adalah keburukan sesudahnya,” terangnya

Kita tidak pernah tahu apakah amal kebaikan kita diterima oleh Allah swt tetapi kita wajib husnudhan bahwa Allah swt menerima amal baik kita. Diantara tanda-tanda  diterimanya amal seorang hamba yaitu Allah memudahkan ketaatan sesudahnya. Allah akan memberikan kasih sayangnya dengan membuka pintu kebaikan agar hambanya mudah melakukannya.

Sebagai penutup tausiyah, ustadz Aries menyampaikan bahwa Allah sangat senang dengan orang yang Istiqomah karena mereka sanggup mengendlaikan diri dalam kebenaran. Dan sebagai kabar gembira saat nanti skaratul maut, malaikat akan datang memberikan ketenangan. Inilah keistimewaan hamba yang Istiqomah.

Dengan selesainya tausiyah tersebut, acara dilanjutkan dengan shalat dhuhur berjamaah dan ditutup dengan ramah tamah halal bi halal, sebagai legitimasi bahwa acara pertemuan halal bi halal Jamaah Raudhah 72 telah terselenggara.

Hadepe – Nurhidayah/Gusaltrie