blank
Pementasan "Risalah Para Demit" yang dihasilkan dari proses selama Jepara Hatedu 2026. Foto: Septi.

JEPARA (SUARABARU.ID) — Kegiatan Hatedu Camp Jepara 2026 resmi ditutup pada Minggu 05 Maret 2026 dengan rangkaian acara yang semarak dan sarat makna. Penutupan kegiatan tersebut diwarnai dengan pentas kolaborasi karya para peserta dan pelumcuran buku Kumpulan Naskah Festera 2025 “KOL”.

Selain Pentas Seni Kolaborasi, satu agenda utama dalam penutupan adalah peluncuran buku KOL (Kumpulan Naskah Festera Jepara 2025). Buku ini menjadi dokumentasi sekaligus rujukan penting dalam dunia teater, khususnya bagi generasi muda di Jepara, karena memuat naskah-naskah yang telah melalui proses kurasi dan pengembangan.

blank
Peluncuran Buku Kumpulan Naskah KOL. Hadir Asa Jatmiko Penerbit Iniibubudi dan para panitia didampingin Perwakilan dari Diskarpus Jepara. Foto: Dok. Iniibubudi.

Acara peluncuran turut dihadiri oleh Asa Jatmiko Penerbit Iniibubudi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa buku tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai panduan pembelajaran.

“Buku ini bukan hanya dokumentasi, tetapi diharapkan menjadi panduan untuk belajar menulis naskah pada Festera selanjutnya. Isi di dalamnya sudah memiliki standar yang baik, sehingga teman-teman wajib membaca untuk menambah ilmu,” ujarnya.

Asa menambahkan, karya-karya dalam buku tersebut merupakan hasil kreativitas putra-putri Jepara yang diharapkan dapat menjadi penerus dunia teater, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Ini adalah karya orang-orang Jepara, adik-adik kita yang nantinya akan mewarisi dan menciptakan karya-karya baru di dunia teater,” katanya.

blank
Foto Bersama para aktor yang juga peserta Jepara Hatedu 2026 saat pembacaan puisi setelah pementasan. Foto: Septi.

Peluncuran buku tersebut juga dihadiri oleh Khotibul Umam, dosen Sastra Indonesia Universitas Diponegoro, dan dimoderatori oleh editor buku KOL, Eko B.S.

Selain peluncuran buku, penutupan Hatedu Camp juga dimeriahkan dengan pentas kolaborasi yang merupakan hasil proses kreatif peserta selama tiga hari dua malam mengikuti kegiatan. Mereka mementaskan naskah dengan lakon “Risalah Para Demit” yang menceritakan tentang bagaimana tamaknya manusia.

“Acara ditutup dengan pentas kolaborasi dan peluncuran buku KOL. Mereka sendiri yang mengonsep, kami hanya mempertemukan saja,” ujar Robi Shani selaku Ketua Panitia.

Seluruh konsep pertunjukan dirancang langsung oleh peserta dengan pendampingan panitia dari Dewan Kesenian Daerah Kab. Jepara.

Menurutnya pentas tersebut menampilkan berbagai eksplorasi seni pertunjukan yang mencerminkan hasil pembelajaran, kolaborasi, serta kreativitas peserta selama kegiatan berlangsung.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan komunikasi antar komunitas teater sejalan dengan tagline kegiatan, “Sambang Sambung” yang diangkat dalam Jepara Hatedu 2026.

“Harapannya setelah Hatedu ini, teman-teman bisa terus berkomunikasi antar komunitas dan teater. Karena setelah menambah kreasi, pasti juga menambah ilmu. Komunikasi ini yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya Hatedu Camp Jepara 2026, para peserta tidak hanya membawa pengalaman dan pengetahuan baru, tetapi juga jejaring yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni dan teater di Jepara ke depan.

Septiana W.