KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –
Anggota Komisi III DPR RI, Gus Abdullah, menilai, perang antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat yang masih terus berlanjut sebagai sinyal bahwa geopolitik internasional sedang diuji. “Ketahanan energi kita sedang diuji, dengan harga minyak dunia yang belum stabil di angka 120 ribu USD per juta,” tegasnya.
Dia mengatakan hal itu dalam acara halalbihalal PKB yang digelar di Gedung Olahraga Girirejo, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Minggu (5/4) malam.
Dia juga mengingatkan adanya ancaman El Niño yang disebutnya sebagai tantangan besar ke depan. Itu mengacu pada fenomena El Niño terakhir yang terjadi pada 1977. Meski demikian, Gus Abdullah tetap optimis dengan potensi energi dan kekayaan alam Indonesia.
Dalam acara dengan suasana hangat dan penuh keakraban, anggota Dapil VI Jateng itu juga menyoroti kondisi pengelolaan anggaran yang masih terpusat di Jakarta. Mulai dari anggaran daerah hingga anggaran desa. “Situasi itu memang tidak kita harapkan, tapi saya yakin kebijakan Presiden Prabowo memang bertujuan untuk menyejahterakan dan membahagiakan rakyat Indonesia,” katanya.
Dia menambahkan bahwa kekuatan bangsa terletak pada tradisi dan ikatan budaya yang kuat. “Kita tidak gampang diprovokasi, tidak gampang untuk menghujat satu sama lain. Warga PKB rata-rata membawa resolusi yang istimewa, itu yang membuat kita lebih optimis menghadapi 2029,” ujarnya.
Plt Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang, Abdul Hamid, yang hadir dalam acara itu memberikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Abdullah (Gus Abduh), atas konsistensinya turun ke daerah pemilihan di tahun pertama pasca-pemilu. Hamid menilai, langkah Gus Abduh merupakan anugerah sekaligus jawaban atas harapan masyarakat di Kabupaten Magelang dan Purworejo. Mengingat jarang sekali anggota legislatif pusat yang aktif merawat basis di luar momentum politik.
Abdul Hamid menekankan bahwa keberhasilan seorang anggota Dewan sangat bergantung pada soliditas tim yang telah berjuang tanpa lelah. Diingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan para kader dan relawan yang telah memberikan kontribusi nyata secara ikhlas. Menurutnya, mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui program pendidikan hingga infrastruktur merupakan tanggung jawab moral yang harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang hari pemungutan suara.

”Kesuksesan seorang anggota Dewan pasti dimulai dari tim yang solid, bekerja keras, tidak mengenal lelah,” tandasnya.
Terkait strategi perawatan konstituen, Hamid menegaskan instruksi Ketua Umum Gus Muhaimin untuk tetap merawat basis PKB yang dikenal sangat kental dengan tradisi keagamaan.
”Ketua Umum Gus Muhaimin sudah perintah, apapun bentuknya yang namanya konstituen harus dirawat. Karena yang paling banyak di antara partai yang lain konstituennya ya PKB. Mauludan ya ke PKB, mau Lebaran ya ke PKB. Acara-acara keagamaan, haul dan lain sebagainya ini ke PKB.”
Dipaparkan, perolehan
Kabupaten Magelang sebanyak 12 kursi, kalah dengan PDI yang 15 kursi. “Target ke depan (2029), bisa tidak bisa kita harus menang di Kabupaten Magelang. Mohon doanya, mohon support-nya, dan semoga ini juga menjadi pertanda bagaimana di Dapil VI bisa hijau royo-royo,” harapnya.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Purworejo, Thoha Mahasin, yang ikut hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya menjaga kedekatan antara wakil rakyat dan konstituen. Serta perlunya evaluasi strategi pemenangan di Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jawa Tengah.
Thoha mengapresiasi langkah Gus Abdullah yang tetap turun ke bawah menemui masyarakat pasca-Pemilu. Dia menyentil fenomena umum di mana calon legislatif seringkali sulit dihubungi setelah berhasil menjabat.
”Begitu dilantik, ya sudah, HP-nya mungkin sudah enggak bisa dihubungi. Oleh karena itu, hadirnya Gus Abdullah ini luar biasa. Kita berterima kasih terus menyapa kepada konstituen,” ujar Thoha di hadapan para relawan.
Acara halalbihalal PKB yang digelar di daerah berhawa sejuk itu dikemas menjadi satu pertemuan besar yang menyatukan posko-posko dari masing-masing daerah, termasuk Kabupaten Purworejo.
Eko Priyono











