WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Sejumlah 175 jemaah calon haji peserta bimbingan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Gema Arafah Wonosobo resmi dilepas menuju Tanah Suci pada Sabtu, (4/4/2026) di Gedung Sasana Adipura Kecana setempat.
Pelepasan jemaah calon haji binaan KBIHU Gema Arafah Wonosobo tersebut menandai keberangkatan terbesar lembaga tersebut sejak dua dekade terakhir.
Acara ini terasa istimewa karena selain pelepasan 175 calon jemaah haji tahun 2026 acara ini juga menjadi ajang temu kangen 18 angkatan Jemaah Hajime KBIHU Gema Arafah Wonosobo.
Ketua Panitia Pelepasan Jemaah Colon Haji KBIHU Gema Arafah, Solahudin Ghoni Setiadi, memaparkan bahwa antusiasme tahun ini sangat tinggi.
“Jika tahun-tahun sebelumnya jumlah jemaah berada di kisaran 130 hingga 140 orang, tahun ini melonjak menjadi 175 orang. Mereka terdiri dari 91 jemaah perempuan dan 84 jemaah laki-laki,” paparnya.
Menurut Sholahuddin, silaturahmi ini dihadiri sekitar 800 alumni dari angkatan 2005 sampai 2025. Hal itu merupakan kekuatan kekeluargaan KBIHU Gema Arafah, meskipun sempat terputus pada 2020-2021 akibat pandemi Covid-19.
Dia menambahkan bahwa para jemaah dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua di pertengahan Mei 2026 mendatang. Para jemaah calon haji diharapkan tetap dalam kondisi sehat sehingga bisa menjalankan semua rukun dan sunnah haji dengan baik.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, Ketua PD Muhammadiyah Bambang Wen, Ketua KBIHU Gema Arafah KH Teguh Ridwan dan Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Wonosobo, Nawawi.
Fisik Prima
Dalam suasana bulan Syawal, Bupati Wonosobo Afif Wonosobo mengingatkan bahwa haji adalah perjalanan hati untuk memposisikan diri sebagai hamba yang setara di hadapan Allah SWT.
Afif menekankan pentingnya menjaga akhlak selama berada di Arab Saudi. Ibadah haji mengajarkan kesederhanaan dan kesetaraan. Di sana tidak ada sekat status sosial.
“Nilai inilah yang harus dibawa pulang ke Wonosobo agar kita bisa membangun kehidupan yang lebih rukun dan bermakna,” ujar Afif Nurhidayat.
Lebih lanjut, Bupati menitipkan harapan besar agar para calon jemaah menjadi duta daerah yang santun. Dia juga memohon doa dari para jemaah di tempat-tempat mustajab nanti agar Wonosobo senantiasa diberikan keberkahan dan dijauhkan dari marabahaya.
“Jaga kebersamaan dan saling tolong-menolong antar jemaah. Perjalanan ini adalah awal perubahan untuk menjadi teladan bagi masyarakat saat kembali nanti,” tambahnya.
Ketua KBIHU Gema Arafah Kabupaten Wonosobo KH Teguh Ridwan meminta jemaah calon haji untuk senantiasa menjaga kesehatan karena pelaksanaan ibadah haji sangat membutuhkan fisik yang prima.
“Antar jemaah calon haji juga harus saling tolong menolong. Saling membantu jika ada yang membutuhkan bantuan. Tuntutan manasik haji musti dipelajari dengan baik dan kesungguhan hati agar bisa mendapatkan predikat sebagai haji mabrur dan mabrurroh,” tegasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan jabat tangan hangat antara alumni, calon jemaah, serta jajaran pemerintah daerah, menciptakan atmosfer penuh optimisme menyongsong musim haji 1447 H.
Muharno Zarka











