SEMARANG (SUARABARU.ID) – Hari ini, Minggu 5 April 2026, segenap umat Kristiani memperingati hari Kebangkitan Yesus yang dikenal dengan perayaan Paskah.
Demikian halnya yang dilaksanakan jemaat GKJ Semarang Barat di gereja induk Jalan Hasanuddin G.16 dan di Pepanthan Mugassari Semarang. Ibadah Minggu Paskah di Gereja Induk dipimpin Pdt. Sediyoko dan di Pepanthan Mugassari dipimpin Pdt. Didik Yulianto. Tema khotbah pada ibadah Minggu Paskah ini adalah “Kebangkitan Kristus membarui ciptaan” dengan bacaan Matius 28:1-10.
Pdt. Didik Yulianto menyampaikan, Minggu Paskah selain hari kebangkitan Yesus Kristus adalah peristiwa ketika Allah mendeklarasikan syalom bagi dunia atau syalom kosmik.
“Syalom pada mulanya, bukan semata soal spritual kerohanian tapi terpenuhinya kebutuhan fisik, hidup dalam etika moral yang baik, secara relasi damai sejahtera,” kata Pdt. Didik.
Baca juga Umat Kristen Menghayati Sabtu Sunyi, Kasih Tak Butuh Panggung dan Tepuk Tangan
Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, khususnya di kalangan umat Kristen, Syalom merupakan pernyataan atau ucapan salam damai sejahtera. “Tetapi bila ada yang mengucap syalom tapi abai, benci, marah pada orang di sekitar kita kemudian apa maknanya? Bilang syalom pada semua rang, tetapi di rumah seperti singa, apa artinya? ujar Pdt. Didik.

Dia memberikan contoh yang sering terjadi, yakni spiritualitas orang Kristen yang hanya ditentukan pada saat Natal, Paskah, dan Perjamuan Kudus. “Padahal Paskah mengajak kita untuk menghayati bahwa Paskah tak sekadar penyelamatan jiwa, tetapi lebih dari itu. Kita dipanggil, dilibatkan untuk mengalami pembaruan. Pembaruan relasi manusia dengan manusia manusia dengan Tuhan dan ciptaannya,” kata dia.











