blank
Lokasi penemuan jasad korban yang berjarak 200 meter dari rumah orang tuanya. Foto : Tya Widya/dok Polres Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa tragis menimpa seorang anak laki-laki yang tenggelam di sungai irigasi wilayah Klambu, Kabupaten Grobogan.

Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban setelah upaya pencarian berakhir dengan penemuan jasad.

Kejadian seorang anak laki-laki yang tenggelam di sungai irigasi Klambu tersebut terjadi di Desa Terkesi. Warga sekitar pun sempat dihebohkan dengan kabar hilangnya korban sebelum akhirnya diketahui tenggelam.

BACA JUGA : Dua Tahun Gunakan Sepeda Motor Listrik untuk Aktivitas Harian, Ini Alasan Kepala Dinkes Grobogan dr Djatmiko

Peristiwa memilukan itu berlangsung pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Suasana pagi yang awalnya tenang berubah menjadi kepanikan setelah korban dinyatakan hilang.

Kapolsek Klambu AKP R Enggal Agung menjelaskan kronologi awal kejadian tersebut. Ia menyebut korban bernama Miftahurrahman (4), warga Desa Terkesi.

Saat itu, korban tengah mencuci sepeda bersama kakeknya, Ngatno (56), di sekitar lokasi kejadian. Aktivitas tersebut berlangsung seperti biasa tanpa tanda-tanda bahaya.

Namun, situasi berubah ketika sang kakek masuk ke dalam rumah untuk beberapa saat. Ia meninggalkan cucunya yang masih berada di sekitar sungai.

Ketika kembali keluar rumah, Ngatno tidak lagi melihat cucunya di lokasi semula. Kondisi tersebut membuatnya panik dan segera mencari keberadaan korban.

Upaya pencarian awal dilakukan oleh keluarga dengan meminta bantuan warga sekitar. Mereka menyisir area sekitar rumah dan aliran sungai.

Tidak lama kemudian, warga mendapat informasi bahwa korban diduga tenggelam di aliran sungai irigasi tersebut. Dugaan ini semakin menguatkan kekhawatiran keluarga.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat Desa Terkesi. Laporan itu selanjutnya diteruskan ke pihak Polsek Klambu.

Mendapatkan laporan tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat. Mereka segera berkoordinasi dengan BPBD Grobogan untuk melakukan pencarian.

Tim SAR BPBD Grobogan bersama polisi dan warga setempat langsung turun ke lokasi. Mereka memulai proses penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir area yang diduga menjadi titik jatuhnya korban. Kondisi arus sungai menjadi tantangan tersendiri.

“Polsek Klambu bersama Tim SAR Gabungan dan warga langsung menyisir di sekitar aliran sungai irigasi tersebut. Alhamdulilah, setelah tiga jam pencarian, korban berhasil ditemukan,” jelas Kapolsek.

Setelah pencarian selama kurang lebih tiga jam, tim akhirnya menemukan korban. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari titik awal kejadian.

Kapolsek menjelaskan bahwa korban ditemukan pada jarak sekitar 200 meter dari lokasi awal. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

BACA JUGA : Jelang Jum’at Agung dan Paskah, Polres Kudus Sterilisasi Gereja, Pastikan Ibadah Aman dan Kondusif

Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dari aliran sungai. Proses evakuasi berlangsung dengan hati-hati mengingat kondisi medan.

Selanjutnya, jasad korban dibawa menuju rumah duka. Keluarga korban langsung menyambut dengan suasana haru dan duka mendalam.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan dan olah TKP, korban ditemukan di saluran irigasi berukuran lebar 15 meter, jarak 200 meter dari lokasi tempat mencuci sepeda, ada bekas kaki korban terpeleset dan korban tenggelam di aliran sungai sedalam tiga meter,” jelas Kapolsek.

Hasil pemeriksaan di lokasi kejadian menunjukkan adanya tanda korban terpeleset sebelum jatuh ke sungai. Kedalaman air yang mencapai tiga meter memperparah kondisi.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan penyebab kematian.

Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat tenggelam.

Kapolsek menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan. Tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Terutama bagi orang tua yang memiliki anak kecil.

BACA JUGA : InJourney Optimalkan Kelancaran Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026

“Kami imbau kepada masyarakat Kecamatan Klambu, terlebih yang tinggal di bantaran sungai berarus deras, agar tetap memantau aktivitas anak-anaknya secara berkala, sehingga insiden serupa tidak terulang kembali,” pesannya.

Peristiwa seorang anak laki-laki yang tenggelam di sungai irigasi Klambu ini menjadi pengingat bagi semua pihak. Pengawasan terhadap anak di lingkungan berisiko harus ditingkatkan.

Duka akibat seorang anak laki-laki yang tenggelam di sungai irigasi Klambu diharapkan tidak terulang kembali, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di sekitar aliran sungai.

Tya Widya