blank
Dirut RSI SA, dr Agus Ujianto, saat memberikan sambutannya di acara Halal Bihalal Keluarga Besar RSI Sultan Agung Semarang. Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Direktur Utama Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA) Semarang, Dr dr H Agus Ujianto MSi Med SpB FISQUa mengatakan, kehadiran Idul Fitri di tengah krisis, merupakan sebuah intervensi energi dari Sang Ilahi.

”Sedangkan Ramadan merupakan gaya eksternal, pembawa keteraturan (neg-entropi), yang mereparasi mutasi DNA spiritual seseorang,” kata dr Agus Ujianto.

Menurut dia, Fisika mengajarkan tentang Hukum Inersia (Kelembaman), di mana benda yang diam akan terus diam, dan yang bergerak akan terus bergerak. Kecuali ada gaya eksternal, yang mengubahnya.

BACA JUGA: Usai Dilantik, Dilantik 156 PNS Brebes Salurkan Bantuan untuk Warga Sridadi

Dirut RSI Sultan Agung Semarang ini, menyampaikan hal itu saat memberikan sambutannya di acara Halal Bihalal Keluarga Besar RSI SA, yang mengambil tempat di Masjid Hamidun Kosim, Semarang, Rabu (1/4/2026).

Sebagai mubaligh dalam acara yang mengambil tema ‘Rajut Silaturahmi, Eratkan Hati, Perkuat Sinergi’ itu yakni, Drs KH Amin Budi Harjono M Sos (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah, Tembalang, Semarang).

Dalam uraiannya, dr Agus menyebutkan, RSI Sultan Agung bekerja di bawah sistim pembiayaan JKN-BPJS. Dialektika antara regulasi negara, beban operasional, dan kesejahteraan karyawan, menjadi tekanan atau stressor yang nyata.

BACA JUGA: Lantik 156 ASN, Bupati Brebes Ingatkan Pentingnya Pelayanan Publik Berkualitas

blank
Usai acara halal bihalal, dilanjutkan saling bersalaman untuk memberikan maaf. Foto: riyan

”Jika kita membiarkan tekanan ini tanpa manajemen energi yang baik, tatanan institusi akan terjangkit patologi organisasi. Kehilangan homeostasis finansial, gangguan metabolik sumber daya, hingga ancaman neoplasma (kanker), berupa ego sektoral, adalah bentuk nyata dari entropi yang menggerogoti tubuh wakaf umat ini,” uraianya.

Dijelaskan juga, guna melawan entropi krisis global, pertahanan terbaik adalah Resonansi di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA). Disebutkannya, YBWSA merupakan tubuh besar, syajarotun thoyyibah, dari “sel punca” wakal pendahulu.

”Momentum halal bihalal ini untuk merajut keseimbangan sistim yang paripurna. Kita kikis hawa nafsu, kita nikmati keberhasilan, dan kita dedikasikan gaya kita untuk berderma bagi umat,” tegasnya.

BACA JUGA: Bupati Blora Lantik 220 Pegawai Negeri Sipil, Ini Pesan dan Harapannya

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum YBWSA, Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH memberikan apresiasinya atas kegiatan ini. Dia berharap, usai acara ini semua keluarga besar YBWSA tetap dalam lindungan Tuhan.

”Semoga semua keluarga besar YBWSA dimudahkan dalam semua kegiatan dan aktivitas, diberi kesehatan yang maksimal,” ucapnya, pada acara yang juga dihadiri jajaran pejabat YBWSA, RSI SA, Rektor Unissula Prof Gunarto, serta sejumlah karyawan itu.

Disampaikan juga, pentingnya Islah dilakukan, seperti yang diperintahan dalam hukum agama Islam. ”Memberikan maaf pada seseorang yang bersalah itu, nilainya tak terkira. Makanya kemudian diikuti tradisi saling maaf memaafkan dalam tradisi Jawa. Halal Bihalal ini merupakan ajaran Rasulullah SAW,” tegasnya.

Riyan